JAKARTA, KOMPAS -
Laga itu sudah tak berpengaruh lagi bagi tim Indonesia yang sudah memastikan lolos semifinal sebagai juara Grup A. Bagi Thailand yang baru mengantongi dua poin dari dua laga, partai itu tak ubahnya hidup-mati. Mereka bisa tersingkir di penyisihan untuk kedua kalinya sejak turnamen ini digelar jika gagal memenangi laga tersebut.
Satu partai lainnya, Malaysia melawan Laos, digelar bersamaan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. Kedua tim sama-sama baru mengantongi satu poin, tetapi peluang mereka belum habis. Baik Malaysia maupun Laos bisa ke semifinal jika menang dan pada saat bersamaan Thailand gagal menang.
Riedl mengakui situasi persaingan itu dan menolak jika keputusannya menurunkan beberapa pemain pelapis hanya akan menguntungkan Thailand. ”Kami tidak memikirkan tim lain. Yang kami pikirkan hanyalah tim kami sendiri, bagaimana memberi kesempatan pada pemain untuk tampil,” katanya seusai memimpin latihan timnas di Lapangan Timnas, Senayan, Jakarta, Minggu sore.
”Tidak ada pemain cadangan di tim kami. Semua anggota tim adalah pemain inti,” lanjut pemain asal Austria itu. ”Kami akan melakukan beberapa pergantian, dua atau tiga atau empat pemain, pada posisi depan, belakang, atau tengah,” lanjut Riedl.
Dalam latihan kemarin, para pemain yang tampil starter melawan Laos hanya diberi porsi latihan. Latihan normal diberikan pada para pemain cadangan, termasuk striker Bambang Pamungkas dan Arif Suyono. Selain digenjot dengan latihan
Riedl belum menyebutkan siapa pemain cadangan yang diberi kesempatan tampil lawan Thailand. Namun, dari dua laga sebelumnya, beberapa pemain cadangan yang diberi kesempatan tampil adalah Bambang Pamungkas (depan), Arif Suyono, Tony Sucipto (tengah), dan Beny Wahyudi (belakang).
”Kondisi pemain hanya menghadapi gangguan ringan, seperti sedikit kram dan hal normal lainnya setelah bertanding,” ujar Riedl. ”Dibanding Malaysia, Thailand lebih bagus. Mereka hanya menghadapi masalah kelelahan mengingat beberapa pemain masih tampil di final FA Cup, dua hari sebelum turnamen ini.”
Terkait penampilan cemerlang tim ”Merah-Putih” pada dua laga sebelumnya, Manajer Timnas Andi Darussalam menyebutkan, hal itu antara lain dipicu catatan buruk timnas sebelumnya.
”Sebelum ini, prestasi sepak bola mengalami titik terendah. Situasi inilah yang membuat pemain lebih terlecut semangat mereka,” papar Andi seusai memantau latihan timnas. ”Pemain naturalisasi juga memberi semangat pemain lokal untuk unjuk kemampuan. Mereka tidak mau kalah dari pemain luar.”
Pemain naturalisasi yang dimaksud, striker asal Uruguay, Cristian Gonzales. Tandemnya, Irfan Bachdim, yang keturunan Indonesia-Belanda juga baru kali ini memperkuat timnas.
Sementara itu, posisi sulit tim Thailand membuat laga melawan Indonesia terasa lebih berat. Hal itu diakui Pelatih Thailand Bryan Robson dalam jumpa pers seusai bermain imbang lawan Malaysia, Sabtu lalu. ”Saya lebih senang jika menang hari ini, tetapi kini kami harus menempuh jalan berat. Bakal menjadi pekerjaan berat untuk menundukkan Indonesia,” kata Robson, mantan bintang Manchester United itu.
Jika Thailand gagal lolos, ia bisa terancam pemecatan. Dari tujuh kali Piala AFF, Thailand baru sekali gagal ke semifinal, yakni pada tahun 2004.