Form@t

Wiki Bocor

Kompas.com - 06/12/2010, 03:38 WIB

Media massa di seluruh dunia memberitakan bocornya berbagai dokumen komunikasi rahasia Pemerintah Amerika Serikat dengan perwakilannya di seluruh dunia, digagas oleh warga Australia, Julian Assange, yang membuat situs web bernama Wikileaks. Belum pernah pemerintahan di seluruh dunia geger seperti sekarang ini.

Asumsi bahwa informasi menjadi sebuah kekuatan yang sebelumnya hanya dimiliki oleh pemerintah berkuasa, kini terjungkal tak keruan karena aktor di era kemajuan teknologi informasi sekarang ini (termasuk negara) tidak lagi memiliki kekuasaan monopoli atas informasi.

Sebanyak lebih dari 250.000 dokumen yang dibocorkan Wikileaks berupa kabel diplomatik Pemerintah AS berkualifikasi rahasia, menandakan era baru hubungan internasional yang harus bersaing antara kerahasiaan dan kebangkitan masyarakat informasi yang tidak bisa lagi dibatasi oleh tembok-tembok tinggi yang namanya negara.

Wikileaks meninggalkan banyak pertanyaan, seperti ketika teknologi peer-to-peer mengacaukan seluruh industri musik dan film dunia, menyebabkan kerugian miliaran dollar AS pada saat orang tidak lagi membeli musik atau video dalam format cakram (CD atau DVD).

Revolusi komunikasi informasi telah mempercepat arus globalisasi dalam berbagai pengejawantahan, ketika beragam informasi mengalir secara deras ke dalam sistem global berisi berbagai macam informasi. Perubahan dalam kecepatan dan kedalaman informasi merupakan pertanda dimulainya partisipasi warga sebagai aktor penting dalam tata hubungan internasional.

Negara, termasuk pemerintah dan berbagai institusi di dalamnya, tidak lagi memiliki kerahasiaan. Tidak ada lagi namanya rahasia negara atau rahasia perusahaan. Kehadiran teknologi komunikasi informasi menandakan cepat atau lambat informasi yang dianggap rahasia akan bocor ke kawula dunia.

Wikileaks mengasumsi dunia yang kita warisi sekarang ini tidak lagi memiliki apa yang disebut sebagai kepentingan nasional. Atau apa yang disebut sebagai keamanan nasional. Kawat rahasia, termasuk dokumen militer, tidak akan memiliki banyak arti di tengah jejaring sosial yang merebak luas, seperti Facebook, Twitter, dan sejenisnya.

Sekarung kebenaran yang dikuasai negara dan pemerintah menjadi tidak berarti dalam genggaman orang-orang digital seperti kasus Wikileaks ini. Kawula dunia adalah aktor baru dalam hubungan internasional yang bisa mengubah jalannya dunia, untuk keperluan damai ataupun perang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau