Colomba plan

Eks Pecandu Narkoba Kumpul di Jakarta

Kompas.com - 06/12/2010, 10:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sedikitnya 270 orang mantan pecandu narkoba dari 15 negara di Asia hari ini berkumpul di Jakarta. Mantan pecandu itu berkumpul guna memperingati hari kebebasan mereka dari pengaruh obat-obatan terlarang.

Kegiatan simposium pemulihan akibat penyalahgunaan narkoba tersebut merupakan agenda rutin Colombo Plan yang difasilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kepala BNN Gories Mere mengatakan, upaya terapi dan rehabilitasi yang menyeluruh bagi para pecandu salah satunya adalah dengan melibatkan langsung para mantan junkies (pecandu) dalam berbagai program dan kegiatan yang dapat memberikan dukungan bagi proses pemulihan.

"Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan upaya terapi dan rehabilitasi yang komprehensif dalam proses pemulihan pecandu," ujar Gories di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Senin (6/12/2010).

BNN mencatat, saat ini hampir 200 juta orang di seluruh dunia menggunakan obat-obatan terlarang seperti kokain, ganja, halusinogen, opiat, dan zat sedatif hipnotik. Dari jumlah tersebut, mayoritas mereka tercatat juga sebagai pecandu alkohol.

Simposium yang bertemakan "Recovery: Back to Basics" tersebut dihelat untuk menegaskan bahwa kecanduan terhadap narkoba merupakan penyakit yang dapat diobati. Tak hanya itu, persoalan pemulihan bagi para pecandu narkoba merupakan hal yang sangat memungkinkan untuk terjadi. (Alie Usman)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau