JAKARTA, KOMPAS.com — Meski sudah sekitar 12 tahun bekerja sebagai sopir pribadi Sjahril Djohan, Upang Supandi mengaku tidak tahu apa pekerjaan Sjahril. Upang mengaku jarang masuk ke kantor Sjahril di Lapangan Ros, Tebet, Jakarta Selatan.
"Saya enggak ngerti. Jarang naik ke atas," kata Upang saat bersaksi di sidang terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/12/2010), ketika Artha Theresia, hakim anggota, bertanya soal pekerjaan Sjahril.
Upang menjelaskan, setiap pagi ia mengantarkan Sjahril dari rumah ke kantor di Lapangan Ros, Tebet, Jakarta Selatan. Biasanya, kata dia, Sjahril lalu ke Mabes Polri. Namun, ia mengaku tidak tahu keperluan Sjahril ke Mabes Polri.
"Setiap hari Sjahril ke Mabes?" tanya Albertina Ho, hakim anggota lain.
"Seminggu 3-4 kali," jawab dia.
"Setiap minggu demikian?" tanya Albertina lagi.
"Iya," timpal Upang.
Upang mengatakan, ketika tiba di Mabes Polri, jika diminta mengarahkan mobil ke Gedung Bareskrim Polri, Sjahril akan menemui Komjen Susno Duadji yang saat itu menjabat Kabareskrim Polri. Namun, Upang tidak dapat menjawab dari mana ia tahu Sjahril menemui Susno.
Seperti diberitakan, berbagai saksi dari pihak Polri mengaku tidak tahu apa pekerjaan Sjahril. Mereka juga tidak tahu untuk apa Sjahril di Mabes Polri. Begitu pula dengan Hotma Sitompul, pengacara Sjahril, ia mengaku tidak tahu untuk apa Sjahril di Mabes Polri. Menurut dia, kliennya pernah menjabat staf ahli di Direktorat IV Bareskrim Polri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang