Mafia hukum

Sopir Sjahril Tak Tahu Pekerjaan Sjahril

Kompas.com - 06/12/2010, 12:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski sudah sekitar 12 tahun bekerja sebagai sopir pribadi Sjahril Djohan, Upang Supandi mengaku tidak tahu apa pekerjaan Sjahril. Upang mengaku jarang masuk ke kantor Sjahril di Lapangan Ros, Tebet, Jakarta Selatan.

"Saya enggak ngerti. Jarang naik ke atas," kata Upang saat bersaksi di sidang terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/12/2010), ketika Artha Theresia, hakim anggota, bertanya soal pekerjaan Sjahril.

Upang menjelaskan, setiap pagi ia mengantarkan Sjahril dari rumah ke kantor di Lapangan Ros, Tebet, Jakarta Selatan. Biasanya, kata dia, Sjahril lalu ke Mabes Polri. Namun, ia mengaku tidak tahu keperluan Sjahril ke Mabes Polri.

"Setiap hari Sjahril ke Mabes?" tanya Albertina Ho, hakim anggota lain.
"Seminggu 3-4 kali," jawab dia.
"Setiap minggu demikian?" tanya Albertina lagi.
"Iya," timpal Upang.

Upang mengatakan, ketika tiba di Mabes Polri, jika diminta mengarahkan mobil ke Gedung Bareskrim Polri, Sjahril akan menemui Komjen Susno Duadji yang saat itu menjabat Kabareskrim Polri. Namun, Upang tidak dapat menjawab dari mana ia tahu Sjahril menemui Susno.

Seperti diberitakan, berbagai saksi dari pihak Polri mengaku tidak tahu apa pekerjaan Sjahril. Mereka juga tidak tahu untuk apa Sjahril di Mabes Polri. Begitu pula dengan Hotma Sitompul, pengacara Sjahril, ia mengaku tidak tahu untuk apa Sjahril di Mabes Polri. Menurut dia, kliennya pernah menjabat staf ahli di Direktorat IV Bareskrim Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau