Ruuk diy

Mendagri: Survei Bukan Alasan Tunggal

Kompas.com - 06/12/2010, 14:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, survei pemerintah yang menyatakan bahwa 71 persen warga Daerah Istimewa Yogyakarta menghendaki pemilihan gubernur dan wakil gubernur secara langsung bukan satu-satunya pertimbangan dalam merancang RUU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kita membaca banyak hasil survei, banyak pendapat, masukan, dan komentar. Jadi, bukan satu survei saja yang menjadi landasan pertimbangan kita," kata Gamawan ketika dihubungi Kompas.com, Senin (6/12/2010).

Gamawan memberikan jawaban ini ketika ditanya apakah pemerintah dapat mempertanggungjawabkan hasil survei internalnya secara ilmiah. Diulangi Gamawan, dalam menyusun RUUK DIY, pemerintah merujuk pada amanat UUD 1945. Pemerintah, sambungnya, juga mempertimbangkan keistimewaan DIY, nilai-nilai demokrasi, serta pendapat dan saran dari pihak lain.

"Semua dijadikan bahan pertimbangan. Saya berharap bahwa pendapat Dirjen Otda soal hasil survei itu tidak dipersepsikan menjadi satu-satunya pertimbangan dan landasan rujukan pemerintah. Saya melihat penjelasan pemerintah yang lebih lengkap, yang telah dijelaskan sebelumnya, mulai ditinggalkan dalam pemberitaan," tegas Gamawan.

Pada kesempatan itu, Gamawan menegaskan, pemerintah belum dapat menyerahkan RUUK DIY ke DPR pada Senin ini. "Sekarang masih dilakukan perumusan final untuk diajukan ke DPR. Saya berharap secepatnya, tapi bukan hari ini. Kita masih memerlukan ampres (amanat Presiden)," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau