Korupsi dana pendidikan

ICW: Kemdiknas Harus Ubah Kebijakan BOS

Kompas.com - 06/12/2010, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyampaikan poin penting yang harus diperbaiki Kementrian Pendidikan Nasional terkait kebijakan dan mekanisme pengelolaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah). Hal itu terutama menyangkut kasus hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan putusan KIP (Komisi Informasi Pusat).

"Kami menyampaikan kepada pihak Kemdiknas untuk memperbaiki kebijakan dan mekanisme pengelolaan dana BOS terkait aspek transparansi, akuntabilitas dan partisipasi warga dan orangtua murid dalam pengelolaan dana BOS," kata peneliti senior ICW, Febri Hendri, saat berdialog dengan Didik Suhardi, Direktur SMP Dirjen Mendikdasmen di kantor Kementrian Pendidikan Nasional, Jalan Sudirman, Senin (6/12/2010).

Febri menyampaikan, Kemdiknas harus memasukkan putusan KIP terutama Bab VIII tentang Pengawasan, Pemeriksaan, dan Saksi terutama pada bagian A poin 5 tentang pengawasan masyarakat. "Poin ini perlu diperbaiki yakni dengan memasukkan bahwa publik dan orang tua murid dapat mengakses seluruh dokumen sekolah, terutama terkait pengelolaan dana BOS," papar Febri.

Kemdiknas, kata Febri, juga perlu merevisi Permendiknas No 044/U/2002 tentang dewan pendidikan dan komite sekolah. Kemdiknas perlu meningkatkan substansi partisipasi komite sekolah dalam perencanaan, penganggaran dan pengelolaan dana sekolah. Komite sekolah harus diberi kewenangan dan pengaruh dalam penetapan kebijakan strategis sekolah.

"Selama ini kewenangan komite sekolah hanya pada penanda tanganan laporan keuangan sekolah, sebagai syarat pencairan dana BOS setiap triwulan," terang Febri.

Menanggapi saran ICW, Didik Suhardi mengatakan tidak bisa menjawab saat ini.

"Kami tidak bisa menjawab secara langsung saat ini, kami akan berusaha mengidentifikasi masalah yang disampaikan hari ini kepada pimpinan. Kami juga tidak mau terburu-buru merampungkan masalah namun akar masalahnya masih ada. Namun, kami berterima kasih atas saran ICW, dan akan kami identifikasi masalahnya satu persatu," jawabnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau