Kuliah kerja nyata

397 Mahasiswa Undip KKN di Lereng Merapi

Kompas.com - 06/12/2010, 17:34 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di sejumlah desa di lereng Gunung Merapi pada Januari 2011. Program KKN Undip sengaja memilih lokasi di kawasan Merapi mengingat masih banyak masyarakat kawasan itu yang membutuhkan bantuan.

"Para mahasiswa KKN itu akan difokuskan di dua kabupaten, yakni Boyolali untuk Kecamatan Musuk dan Selo, serta Magelang untuk Kecamatan Srumbung dan Dukun. Kami sudah melakukan survei lokasi-lokasi itu," tutur Sekretaris Pusat Pelayanan KKN (P2KKN) Undip Suharyo di Semarang, Senin (6/12/2010).

Dia menyebutkan, total mahasiswa yang akan diterjunkan berjumlah 397 orang. Para mahasiswa tersebut terdiri dari 97 orang di Kecamatan Musuk dan 98 Kecamatan Selo, Boyolali, serta 105 orang di Kecamatan Srumbung dan 97 orang di Dukun, Kabupaten Magelang.

"Hasil survei kami menemukan banyak anak-anak masih mengalami trauma atas bencana Merapi sampai mereka tidak mau bersekolah, karena itu mahasiswa KKN akan membantu pemulihan psikologis," katanya.

Untuk pemulihan secara psikologis terhadap anak-anak itu, kata dia, akan dilakukan mahasiswa dari Fakultas Psikologi yang dibantu dari fakultas lainnya. Mereka akan bekerja di lokasi itu selama satu bulan mulai Januari 2011.

Ia mengatakan pemulihan kondisi psikologis anak-anak dilakukan melalui pendampingan secara rutin, misalnya dengan mengajak anak-anak bermain dan belajar bersama agar mereka kembali bersemangat menjalani aktivitas.

"Khusus untuk pendanaan kegiatan itu saat ini kami sedang melakukan rintisan kerja sama dengan beberapa satuan kerja perangkat dinas (SKPD) setempat, dibantu mahasiswa yang aktif mencari sponsor," katanya.

Program KKN tematik kali ini, lanjut Suharyo yang juga pengajar Fakultas Ilmu Budaya Undip itu, diarahkan pula untuk pendampingan masyarakat dalam pemulihan secara fisik, seperti tempat tinggal dan fasilitas publik lainnya. Untuk kegiatan fisik ini, Undip menugaskan para mahasiswa dari Fakultas Teknik Arsitektur untuk memberikan pemikiran dan analisis terkait konstruksi bangunan yang memadai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau