Jakarta, Kompas
Patok-patok kayu terpasang di pembatas jalan. Pagar seng pembatas lokasi proyek dengan ruas jalan yang masih dapat dilalui juga mulai dipasang. Pembangunan jalan layang diprediksi bakal selesai dalam 20 bulan ke depan.
”Kami menyiapkan dua skenario rekayasa lalu lintas agar selama pembangunan tingkat kemacetan tidak semakin parah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo, Selasa.
Kawasan Casablanca pada hari biasa selalu macet, terutama pada jam-jam masuk dan pulang kantor. Pusat bisnis di Jakarta Selatan ini dilengkapi terowongan, tetapi ternyata kemacetan belum dapat teratasi. Untuk itu, pembangunan jalan layang bertujuan mengurangi 30 persen tingkat kemacetan.
Agar kemacetan di kawasan itu tidak semakin parah, Ery menegaskan tidak ada pengurangan jumlah lajur jalan untuk mobilitas lalu lintas pada siang hari. Sementara pada malam hari, kemungkinan berlaku penutupan satu atau dua lajur jalan.
”Ada tiga lajur di jalan itu dan tetap dipertahankan tetap tiga lajur. Akan tetapi, mungkin ada penyempitan jalan selebar setengah meter untuk keperluan pembangunan,” kata Ery.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan polisi lalu lintas dari Polda Metro Jaya akan turun membantu pelaksanaan teknis rekayasa lalu lintas itu.