Prius Masih Terlaris di Jepang

Kompas.com - 08/12/2010, 07:05 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Prius kini menjadi ujung tombak Toyota Motor Corporation (TMC) sejak pertama kali kemunculannya di Jepang pada 1997 silam. Hebatnya, mobil hibrida ini tinggal selangkah lagi mencetak rekor sebagai produk paling banyak terjual dalam setahun di negeri Matahari Terbit itu.

Selama 11 bulan 2010, sudah 297.563 unit Prius terjual di Jepang. Padahal, rekor tertinggi penjualan sebuah model setahun di Jepang masih dipegang oleh Corolla pada 1990, yaitu 300.008 (selama setahun). Jadi, selisih kedua model produk laris Toyota itu tinggal2.445 unit. Untuk Prius kini setiap bulan bisa terjual 20.000 unit.

Hebatnya lagi, Prius akan mencatatkan rekor baru dengan total penjualan mobil di Jepang sekitar 5 juta-an unit (prediksi). Sedangkan saat Corolla menjadi mobil terlaris pada 1990, penjualan di negara tersebut mencapai 7,78 juta unit, atau 36 peren lebih rendah.

Penjualan Prius di pasar global masih terus tumbuh, yaitu dari Januari sampai Oktober 2010 mencapai 36 persen, yaitu 438.270 unit (data terakhir TMC). Di Jepang pada periode yang sama pertumbuhan penjualan Prius mencapai 63 persen. Keberhasilan diperoleh berkat bantuan insentif dari pemerintah untuk mobil ramah lingkungan dan irit bahan bakar.

Sayang di Indonesia harga mobil hibrida masih mahal. Belum ada kebijakan insentif dari pemerintah untuk mendorong konsumen membeli kendaraan yang irit bahan bakar dan ramai lingkungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau