Wikileaks

Perang Sesungguhnya Baru Dimulai

Kompas.com - 08/12/2010, 07:42 WIB
”Perang informasi yang sesungguhnya baru saja dimulai. WikiLeaks medan tempurnya. Kalian semua tentaranya,” (John Perry Barlow, salah satu pendiri Electronic Frontier Foundation dan penulis lirik band Grateful Dead)


PENDIRI WikiLeaks Julian Assange memang sudah meringkuk di tahanan polisi Inggris sejak Selasa (7/12) siang. Namun, bukan berarti WikiLeaks mati.

Menyusul penangkapan tersebut, situs WikiLeaks menulis di akun Twitter-nya, ”Tindakan terhadap pemimpin redaksi kami, Julian Assange, hari ini, tak akan berpengaruh terhadap operasi kami: kami akan merilis kawat-kawat (diplomatik rahasia) lagi malam ini.”

James Ball, wartawan yang bekerja untuk WikiLeaks, mengatakan, seluruh staf organisasi pembocor rahasia tersebut tetap bekerja seperti biasa. ”Di tengah semua yang terjadi, semua masih tetap berjalan sesuai jadwal, semua (dokumen) itu akan tetap keluar seperti biasanya,” ungkap dia.

Para prajurit garda depan WikiLeaks ini seolah tak terpengaruh dengan serangan bertubi-tubi yang diterima WikiLeaks sepekan terakhir ini. Setelah dikeluarkan dari perusahaan-perusahaan internet AS, seperti EveryDNS dan Amazon.com, dan ditolak menggunakan server di beberapa negara, aliran pendanaan organisasi itu juga diganggu.

Pertama-tama, situs transaksi keuangan di internet PayPal menutup saluran donasi untuk WikiLeaks dan membekukan uang organisasi tersebut sebesar 80.000 dollar AS (Rp 720,4 juta). Selanjutnya, Senin, bank milik Kantor Pos Swiss, Postfinance, menutup rekening Julian Assange yang berisi uang 41.000 dollar AS (Rp 369,2 juta).

Pihak Postfinance berdalih, Assange menggunakan alamat palsu untuk membuka rekening di bank tersebut. Assange dikabarkan menggunakan alamat seorang pengacaranya di Geneva. ”Dia akan mendapatkan uangnya kembali. Kami hanya menutup rekeningnya,” tutur juru bicara Postfinance, Alex Josty.

Saluran keuangan WikiLeaks makin terbatas setelah perusahaan kartu kredit MasterCard memutus seluruh transaksi dengan WikiLeaks, Senin, disusul raksasa kartu kredit lainnya, Visa, Selasa.

Sebaliknya, para pendukung dan simpatisan WikiLeaks pun tak tinggal diam. Hanya dalam waktu beberapa hari sejak situs www.wikileaks.org diserang dan akhirnya ditutup dan dipindah ke www.wikileaks.ch, sekitar 500 situs cermin atau salinan dari WikiLeaks telah dibuka di dunia maya.

Para pendukung (jumlah pendukung WikiLeaks di Facebook naik dari 500.000 menjadi hampir 960.000 pengguna hanya dalam waktu tiga hari sejak Jumat pekan lalu) ini juga membantu organisasi itu dalam melawan serangan para peretas dan menyalurkan donasi dengan berbagai cara. Perang baru saja dimulai.... (AP/AFP/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau