JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (8/12/2010) pagi, mengalami penurunan 10 poin karena pelaku melepas rupiah untuk merealisasikan keuntungan setelah pada awal pekan mengalami kenaikan cukup berarti. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun menjadi Rp 9.010-Rp 9.020 per dollar dibandingkan dengan penutupan pada hari sebelumnya Rp 9.000-Rp 9.010.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Rabu mengatakan, rupiah tertekan oleh aksi pelaku pasar yang ingin merealisasikan keuntungan. Namun, aksi lepas rupiah oleh pelaku pasar itu relatif masih kecil.
"Rupiah juga tertekan oleh membaiknya dollar AS di pasar regional terhadap euro dan yen. Dollar terhadap euro naik menjadi 1.3258 dari sebelumnya 1.3304 dan terhadap yen naik menjadi 83,45 dari 82,47," katanya.
Ia mengatakan, aksi lepas rupiah yang belum besar itu karena pelaku masih berhati-hati untuk masuk ke pasar setelah saham-saham di Wall Street cenderung tak menentu, sedangkan pasar saham di Jepang membaik sehingga indeks Nikkei menguat.
"Kami memperkirakan kecil koreksi terhadap rupiah karena fundamental ekonomi makro Indonesia makin kuat," katanya.
Rupiah, lanjut dia, sebenarnya masih dapat bergerak naik lagi meski dalam kisaran sempit, tetapi penguatan dollar tersebut memicu pelaku pasar, khususnya asing, berspekulasi membeli mata uang asing itu. "Akibatnya pelaku melepas rupiah dan membeli dollar dalam jumlah yang tidak besar," lanjut Kostaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang