Studi di belanda

Seperti Apa Budaya "Ngekos" di Belanda?

Kompas.com - 08/12/2010, 15:15 WIB

KOMPAS.com - Seperti apa kira-kira belajar dan tinggal di Belanda? Bagaimana budaya "ngekos" atau tinggal di asrama kampus di negeri Kincir Angin tersebut?

Belanda tidak memiliki tradisi akomodasi di kampus. Sebagian besar siswa tinggal di atau dekat kota universitas mereka. Normalnya, beberapa siswa memilih untuk tinggal di rumah dengan orangtua mereka, sementara yang lainnya menemukan akomodasi di kamar khusus untuk mahasiswa dan bisa dijadikan rumah yang ditinggali bersama, dengan siswa lain atau sebagai pemondok dengan keluarga.

Jangan menyesal

Ada banyak pilihan untuk mengatur akomodasi yang cocok untuk anda yang terbaik, tapi pastikan Anda mulai mencari akomodasi secepat mungkin. Hanya saja, mencari akomodasi yang baik dan terjangkau dapat menjadi "masalah" di Belanda.

Hampir semua kota universitas mengalami kekurangan akomodasi. Banyak siswa Belanda sulit menemukan akomodasi yang sesuai di dekat kampusnya. Untuk itu, jika Anda mengambil bagian dalam program pertukaran atau terdaftar di program studi internasional, sangat mungkin bahwa sebuah kamar akan diatur untuk Anda dan harus segera menerimanya atau akan menyesal nanti. Silahkan periksa sebelumnya situasi akomodasi di universitas Anda.

Tinggal bersama?

Di Belanda, mahasiswa biasanya memiliki kamar sendiri. Namun, hal itu tergantung pada rumah tempat Anda tinggal dan Anda mungkin harus berbagi kamar mandi, toilet, dapur dan ruang tamu dengan siswa lain.

Di Belanda, adalah hal yang umum bagi pria dan perempuan untuk tinggal bersama dalam satu rumah. Jika ini merupakan masalah bagi Anda, Anda harus menginformasikan hal ini secepat mungkin.

Mengingat kekurangan akomodasi yang baik, Anda mungkin menemukan ruangan Anda ditawari agak kecil dan di bawah standar dari yang diharapkan. Biasanya, ada sedikit yang bisa dilakukan tentang hal ini, karena kebanyakan lembaga cukup puas jika mereka dapat menemukan akomodasi di semua untuk semua siswa mereka.

Sewa dan tagihan

Akomodasi juga bisa mahal, terutama di kota-kota besar. Untuk itu, cari tahu sebelumnya biaya sebuah kamar. Selain itu, jangan lupa untuk menyertakan biaya tambahan seperti deposito dan tagihan lain (gas, air, dan listrik). Khusus yang terakhir itu tidak selalu termasuk dalam sewa.

Memang, sebagian besar kontrak sewa dijalankan selama sedikitnya enam bulan atau satu tahun bila Anda terdaftar pada program kursus. Pertimbangkan hal-hal ini terlebih dahulu untuk menghindari kejutan-kejutan yang tidak menyenangkan nanti.

Namun, jangan khawatir tentang cara mencari informasi termudah dalam urusan akomodasi di Belanda. Situs Studychoice.nl bisa dijadikan referensi untuk membantu memberikan informasi tentang biaya rata-rata sewa kamar di kota-kota pelajar. Juga, situs ini akan memberikan informasi tentang kualitas di kota mana Anda akan menempuh studi dan tinggal.

Berperabot atau tidak?

Sebaiknya, cari tahu apakah ruangannya dilengkapi dengan perabotan atau tidak. Kualitas bisa sangat bervariasi, dan perabot dapat berkisar dari hanya satu tempat tidur dan kursi untuk sebuah ruangan lengkap dengan koneksi internet.

Namun, jika Anda memutuskan untuk menyewa kamar tanpa perabotan, Anda dapat membeli perabotan murah di toko bekas di kota Anda. Siap?

 

Sumber: Nuffic Neso Indonesia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau