Ruuk diy

Prabukusumo: Saya Membela Martabat Bapak

Kompas.com - 08/12/2010, 15:54 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DI Yogyakarta Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, yang juga putra Sultan Hamengku Buwono IX, menegaskan akan ikut memperjuangkan penetapan gubernur/wakil gubernur DIY dalam Rancangan Undang-Undang Keistimewaan DIY. Ia minta perjuangannya mendukung penetapan tersebut tidak diragukan.

"Saya memperjuangkan penetapan karena saya membela harga diri dan martabat Bapak (Sultan Hamengku Buwono IX)," ungkap Prabukusumo saat bertemu dengan para seniman tradisional DI Yogyakarta di rumahnya, di Jalan Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta, Rabu (8/12/2010). Para seniman tradisional itu meminta Partai Demokrat sebagai partai yang berkuasa untuk turut mendukung penetapan.

Saat menjelaskan hal itu, Prabukusumo sempat menangis, suaranya terbata-bata, dan matanya berkaca-kaca. Prabukusumo menyatakan, Sri Sultan HB IX dengan penuh kesadaran mengorbankan harga dirinya sebagai Raja Keraton Yogyakarta yang berdaulat penuh untuk bergabung dengan NKRI. Karena keputusannya itu, berarti Sultan HB IX rela menyerahkan kekuasaan Keraton Yogyakarta dibatasi oleh undang-undang, peraturan pemerintah, dan lainnya.

Prabukusumo mengatakan, dalam maklumat 5 September 1945 sudah sangat jelas, meski bergabung dengan NKRI, tetapi Sultan HB IX menyatakan sebagai kepala daerah yang memegang segala kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarta Hadiningrat. Prabukusumo mengatakan, posisinya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat DIY membuatnya terjepit. Meski demikian, ia tetap tidak ragu untuk berjuang mempertahankan keistimewaan DIY dengan substansi penetapan gubernur/wakil gubernur DIY. "Dalam memperjuangkan penetapan itu, kita tetap harus cerdas dan santun," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau