Tahanan kabur

Menyamar Sebagai Tukang, Tahanan Kabur

Kompas.com - 09/12/2010, 01:14 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Kepala Lapas Jambi, Bowo Nariwono melakukan pemeriksaan terhadap aparatnya yang bertugas pada Senin saat kaburnya narapidana Abdulrahman, terkait kasus perampokan.

"Secara intern saya melakukan pemeriksaan intensif pada aparat yang bertugas mengawasi narapidana dan tahanan pada Senin saat kaburnya Andurrahman," kata Kalapas Bowo Nariwono di Jambi, Rabu (8/12/2010).

Untuk ke dalam dia akan melakukan pemeriksaan secara intensif, jika ada keterlibatan petugas yang memberi luang bagi kaburnya narapidana (Napi) tersebut, akan diambil tindakan tegas.

Untuk ke luar, saat itu juga pihak lapas sudah melaporkan pada pihak kepolisian untuk memburu narapidana, termasuk anggota polisi yang menangkapnya di Tembilahan, Provinsi Riau sebelum di sidangkan.

Pihak Lapas Jambi juga sudah melakukan pengejaran melibatkan pihak kepolisian dengan mendatangi keluarganya dan orang-orang terdekat Napi tersebut.

Semua orang yang berkunjung atau mendatangi Abdurrahman semuanya sudah dimintai alamat, dan kini mereka juga didatangi untuk dimintai informasi tentang pelarian Napi tersebut.

Kaburnya Abdurrahman yang harus menjalani hukuman sembilan tahun itu karena mengecoh petugas dengan menyamar sebagai tukang, yang saat itu sedang bekerja merenovasi sejumlah pintu di Lapas Jambi.

Saat petugas lengah Abdurrahman naik ke pos jaga atau tempat pengintaian, dan dari atas pos tersebut ia melompat, dan di luar sudah ada temannya yang menjaga.

Skenario kaburnya Abdurrahman sudah direncanakan dengan matang, karena ada yang menunggu di luar, dan komunikasi yang bersangkutan dengan pihak luar saat ini juga sedang diusut.

"Tahanan dan narapidana tidak dibenarkan membawa atau menggunakan tetepon genggam di dalam penjara. Untuk itu kita juga akan selidiki mengapa yang bersangkutan bisa berinteraksi dengan pihak luar," kata Bowo Nariwono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau