Bom solo

Densus Masih Selidiki Bom Solo

Kompas.com - 09/12/2010, 02:36 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Polda Jawa Tengah masih menyelidiki temuan bom rakitan di Solo.

"Densus Antiteror bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah (Jateng) masih menyelidiki temuan bom rakitan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan, Rabu (8/12/2010).

Bom rakitan ditemukan pada hari Selasa (7/12) sekitar pukul 07.30 WIB dekat pagar luar Kantor Polsek Pasar Kliwon.

"Temuan keempat bom rakitan di Jateng, menurut saya mungkin keahlian mereka sudah tidak ada, tapi masih mau tunjukkan eksistensi," kata Iskandar.

Polri saat ini sudah berhasil menjinakkan yang diduga bom rakitan diletakkan di depan kantor Polsek Kota Pasar Kliwon, Polresta Surakarta. Barang yang diduga bom tersebut dibungkus plastik warna putih diletakkan di depan sebelah kiri kantor Polsek Pasar Kliwon dan pertama kali ditemukan oleh petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surakarta, sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut informasi di lokasi kejadian perkara, rakitan bom yang terdiri atas dua kaleng bekas roti, dua baterai, serbuk, timer atau jam dan empat buah detonator telah diamankan petugas Gegana Polda Jateng.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau