Gresik, Kompas -
Rencananya, iklan indie yang pembuatannya melibatkan siswa itu akan disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (9/12).
Iklan indie tersebut menggambarkan aparat pemerintah yang diperankan Denis Briliandi dan pengusaha yang diperankan M Zidan Izani dengan sekretaris yang diperankan Fitri Dina Safira. Anandito Ridho Rahmadi dan Randy Resly berperan sebagai pengawal sang pengusaha. Mereka mendatangi aparat pemerintah. Sang pengusaha ingin membuka dua unit usaha baru.
Segepok uang dari koper diserahkan sang pengusaha kepada aparat pemerintah. Saat uang diterima, empat siswa lain muncul di belakang aparat pemerintah lalu berseru, ”Hari gini mau nyuap. Apa kata dunia?”
Di bagian akhir iklan, sebanyak empat siswi berseru, ”Suap dan korupsi, perbuatan yang tidak terpuji.”
Siswa hanya terlibat dalam pembuatan konsep iklan, pemilihan aktor, dan pengambilan gambar. Pengeditan diserahkan kepada pihak luar.
Meski demikian, pesan yang mereka buat cukup mengena, apalagi berkaitan dengan masih maraknya korupsi di Indonesia.
Menurut Firda, yang menyutradarai film itu, korupsi merugikan dan merupakan perbuatan tidak terpuji. Apabila siswa sejak dini dididik untuk tidak berbuat korupsi sejak kecil, perilaku itu diharapkan terus dijaga hingga siswa dewasa.
”Paling tidak, dengan membuat iklan indie, kami belajar untuk selalu bertindak jujur, tidak berbohong, tidak mencontek, dan mempunyai akhlak terpuji,” tutur Firda, Rabu (8/12).
Selain tema suap, siswa juga membuat iklan indie bertema lain, yakni antibohong, kejujuran, budaya infak, budaya bersih, dan budaya membaca.
Dalam tema budaya bersih, iklan yang dibuat menampilkan siswa sedang makan, tetapi kemudian membuang sampahnya ke bawah tempat sampah. Melihat hal itu, seorang temannya memungut sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah sambil berkata, ”Buanglah sampah pada tempatnya.”
Iklan karya siswa SD tersebut rata-rata berdurasi 4 menit. Proses perencanaan, pembuatan naskah, penentuan pemeran, dan pengambilan gambar setiap iklan membutuhkan waktu sekitar dua jam.
“Semua dikerjakan siswa sendiri, kecuali pengeditan dan pemberian efek suara,” kata Kepala SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru Ichwan Arif.
Ichwan menjelaskan, pembuatan iklan indie tersebut termasuk pendidikan karakter antisuap dan dimasukkan ke materi pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas V.