Siswa SD Membuat Iklan Indie Antikorupsi

Kompas.com - 09/12/2010, 09:16 WIB

Gresik, Kompas - Siswa SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru telah membuat tujuh iklan indie. Sebanyak dua iklan indie bertema antikorupsi.

Rencananya, iklan indie yang pembuatannya melibatkan siswa itu akan disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (9/12).

Iklan indie tersebut menggambarkan aparat pemerintah yang diperankan Denis Briliandi dan pengusaha yang diperankan M Zidan Izani dengan sekretaris yang diperankan Fitri Dina Safira. Anandito Ridho Rahmadi dan Randy Resly berperan sebagai pengawal sang pengusaha. Mereka mendatangi aparat pemerintah. Sang pengusaha ingin membuka dua unit usaha baru.

Segepok uang dari koper diserahkan sang pengusaha kepada aparat pemerintah. Saat uang diterima, empat siswa lain muncul di belakang aparat pemerintah lalu berseru, ”Hari gini mau nyuap. Apa kata dunia?”

Di bagian akhir iklan, sebanyak empat siswi berseru, ”Suap dan korupsi, perbuatan yang tidak terpuji.”

Siswa hanya terlibat dalam pembuatan konsep iklan, pemilihan aktor, dan pengambilan gambar. Pengeditan diserahkan kepada pihak luar.

Meski demikian, pesan yang mereka buat cukup mengena, apalagi berkaitan dengan masih maraknya korupsi di Indonesia.

Menurut Firda, yang menyutradarai film itu, korupsi merugikan dan merupakan perbuatan tidak terpuji. Apabila siswa sejak dini dididik untuk tidak berbuat korupsi sejak kecil, perilaku itu diharapkan terus dijaga hingga siswa dewasa.

”Paling tidak, dengan membuat iklan indie, kami belajar untuk selalu bertindak jujur, tidak berbohong, tidak mencontek, dan mempunyai akhlak terpuji,” tutur Firda, Rabu (8/12).

Selain tema suap, siswa juga membuat iklan indie bertema lain, yakni antibohong, kejujuran, budaya infak, budaya bersih, dan budaya membaca.

Dalam tema budaya bersih, iklan yang dibuat menampilkan siswa sedang makan, tetapi kemudian membuang sampahnya ke bawah tempat sampah. Melihat hal itu, seorang temannya memungut sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah sambil berkata, ”Buanglah sampah pada tempatnya.”

Iklan karya siswa SD tersebut rata-rata berdurasi 4 menit. Proses perencanaan, pembuatan naskah, penentuan pemeran, dan pengambilan gambar setiap iklan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

“Semua dikerjakan siswa sendiri, kecuali pengeditan dan pemberian efek suara,” kata Kepala SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru Ichwan Arif.

Ichwan menjelaskan, pembuatan iklan indie tersebut termasuk pendidikan karakter antisuap dan dimasukkan ke materi pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas V. (ACI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau