Kresna Bayu Belum Pasti ke SEA Games

Kompas.com - 09/12/2010, 17:20 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Pejudo nasional asal Jawa Tengah, Kresna Bayu, belum pasti akan membela Indonesia tampil pada SEA Games XXVI di Jakarta dan Palembang, Sumsel, 2011.

"Sampai sekarang ini saya belum tahu apakah bisa tampil pada SEA Games mendatang atau tidak karena belum ada pemberitahuan dari induk organisasi olahraga judo di Tanah Air ini," kata Kresna Bayu, Kamis (9/12/10).

Menurut dia, dirinya pernah menanyakan hal itu kepada Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), tetapi justru disarankan agar dirinya tampil pada kejuaraan nasional (kejurnas) judo Mayapa Cup di Malang mulai 17 Desember 2010. Padahal, kata dia, sekarang ini dirinya sedang konsentrasi penyembuhan cedera kakinya saat tampil pada babak final SEA Games XXV di Laos 2009.

"Saya ingin benar-benar sembuh sehingga saat tampil pada SEA Games mendatang tidak ada masalah lagi," katanya.

Ia mengakui, kebijakan PJSI yang mengharuskan pejudo tampil pada kejurnas di Malang itu memang bagus sehingga nantinya bisa memunculkan pejudo tangguh yang akan mewakili Indonesia.

"Tetapi apa tidak ada kelonggaran bagi saya, karena saya istirahat ini biar cedera saya sembuh dahulu dan saya adalah peraih medali emas pada SEA Games 2009 Laos," kata putra pelatih judo Jawa Tengah, Amin Pambudi, tersebut.

Makanya, dia berharap bisa mendapatkan dispensasi tidak ikut kejurnas karena harus menjalani proses penyembuhan akibat cederanya ini.

"Sekarang ini saya memang sudah mulai berlatih tetapi belum bisa maksimal. Kalau saya bisa tampil pada SEA Games mendatang, saya akan berusaha menyumbangkan yang terbaik buat bangsa dan negara," katanya menegaskan.

Kresna Bayu berhasil menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia pada SEA Games 2009 setelah pada partai final mengalahkan pejudo Singapura, Pui Seng Wee dengan nilai ippon.

Sebelumnya, pejudo yang tergabung dalam Sasana Satria Tengarang Kabupaten Semarang tersebut juga meraih satu medali emas pada Asian Martial Arts Games (AMAG) di Thailand, Agustus 2009. Pada partai final, pejudo yang usianya sudah memasuki 35 tahun ini berhasil mengalahkan pejudo India, Kumar Anil, dengan ippon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau