Indonesia Waspadai Semangat Baru Filipina

Kompas.com - 09/12/2010, 17:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, menilai Filipina tidak boleh dianggap enteng saat bertemu di partai semifinal Piala AFF 2010. Sebab, Filipina memiliki semangat besar untuk menjadi juara semenjak ditangani pelatih muda Simon Mc Menemey.

Filipina keluar sebagai runner-up Grup B seusai menahan imbang Myanmar 0-0. Dengan begitu, mereka berhadapan dengan Indonesia yang berstatus juara Grup A.

Di babak penyisihan, Filipina tampil mengejutkan meskipun bukan negara sepak bola. Tim besutan Simon Mc Menemey itu mampu mengalahkan juara bertahan Vietnam 2-0 dan menahan imbang 1-1 pemegang juara tiga kali Piala AFF, Singapura.

Sejumlah kalangan menilai Indonesia mampu mengatasi Filipina. Dari 17 kali pertemuan kedua tim, Indonesia mampu mengalahkan Filipina sebanyak 16 kali. Sementara sisanya berakhir imbang. Namun, Pikal menilai Filipina sebagai lawan yang tangguh.

"Kita harus fokus pada semifinal. Jangan terlena dulu. Filipina punya semangat baru dan pelatih yang bagus," jelas Pikal.

"Mereka juga diperkuat delapan pemain naturalisasi. Sepak pojok dan tendangan bebas mereka cukup berbahaya," tambah Pikal.

Bertemu Filipina di babak semifinal menjadi sebuah keuntungan besar bagi Firman Utina dkk. Pasalnya, Filipina menggelar laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah tidak memiliki stadion layak untuk menggelar pertandingan internasional.

Pada leg pertama, Indonesia akan berstatus sebagai tamu pada 16 Desember. Tiga hari kemudian, giliran Indonesia berstatus tuan rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau