Wisdom 2010

Film Tingkatkan Kunjungan Wisata

Kompas.com - 10/12/2010, 04:34 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Pembuatan film di sejumlah situs pariwisata terbukti meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut. Karena itu, menawarkan situs-situs pariwisata Indonesia untuk lokasi pembuatan film dinilai sebagai langkah yang strategis untuk mendongrak pariwisata Indonesia.

”Pembuatan film yang diputar secara internasional meningkatkan jumlah kunjungan hingga tiga kali lipat dan efeknya berlangsung selama lima tahun,” kata pemerhati pariwisata Mimi Hudoyo, membacakan rekomendasi Widom 2010 di Yogyakarta, Rabu (8/12).

Mimi mengatakan, penggunaan situs wisata sebagai tempat membuat film merupakan salah satu strategi promosi sangat efektif. Setelah situs pariwisata digunakan sebagai tempat pembuatan film, orang akan lebih tertarik untuk mengunjungi.

Selain itu, rekomendasi lainnya adalah penggabungan obyek wisata kultural dengan obyek wisata warisan budaya. Penggabungan akan menambah daya tarik situs wisata.

Wisatawan kultural dan warisan budaya ini dinilai lebih menguntungkan karena mereka biasanya tinggal lebih lama dari wisatawan biasa.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, untuk menarik pembuat film, biaya pembuatan film di Indonesia gratis. Salah satunya pada pembuatan ”Eat, Pray, and Love” di Bali. ”Tak ada pemasukan untuk pembuatan, tapi dampak setelah film beredar sangat menguntungkan,” katanya. (IRE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau