JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (10/12/2010) pagi, turun empat poin menjadi Rp 9.010-Rp 9.020 dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya Rp 9.006-Rp 9.016, karena aksi lepas rupiah.
"Aksi lepas rupiah itu dalam upaya merealisasikan keuntungan setelah hari sebelumnya mata uang Indonesia itu menguat," kata analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova, di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, selain aksi lepas yang menekan, rupiah juga tertekan oleh membaiknya dollar AS di pasar regional. "Dollar AS naik terhadap euro, setelah peringkat Irlandia sebagai negara yang mengalami krisis finansial di kawasan Eropa mengakibatkan pelaku pasar mengalihkan perhatian ke dollar," katanya.
Menurut dia, sekalipun terkoreksi, posisi rupiah cukup stabil, bahkan berusaha mendekati level Rp 9.000 per dollar AS.
"Kami optimistis rupiah pada saatnya akan kembali mencapai level Rp 9.000 per dollar AS, asalkan Bank Indonesia mengendorkan pengawasannya," katanya.
BI, lanjut dia, kemungkinan akan mempertahankan rupiah di atas level Rp 9.000 per dollar AS. Apabila rupiah berada di bawah Rp 9.000 per dollar AS, kenaikan mata uang tersebut akan bisa berlanjut. Apalagi pemerintah sudah meminta BI untuk tetap berada di pasar mengamati pergerakan rupiah lebih lanjut.
Rupiah, menurut dia, dalam dua pekan mendatang kemungkinan akan tetap di kisaran Rp 9.000 sampai Rp 9.020 per dollar AS. "Karena, rupiah pada posisi tersebut dinilai cukup bagus dan memberikan kemudahan bagi eksportir maupun importir untuk melakukan usahanya dengan baik," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang