Djarum trees for life

Rame-rame, Ribuan Santri Tanam Trembesi

Kompas.com - 10/12/2010, 11:03 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kedisiplinan dan kesabaran para santri di pondok pesantren perlu dimanfaatkan untuk ikut menjaga lingkungan hidup di sekitarnya menimba ilmu sehari-hari. Salah satu yang bisa dan mudah dilakukan adalah ikut menanam pohon dengan satu semboyan; satu santri satu pohon.

Demikian diungkapkan Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf. Doni Monardo di sela Penanaman Pohon Trembesi-Djarum Trees For Life (DTFL) di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/12/2010). Doni mengungkapkan, kondisi geografis Sukabumi yang rawan gempa, tanah yang labil, serta tingkat pemanasan global yang kian terasa akibatnya, mengharuskan masyarakat bahu-membahu menghijaukan wilayahnya sendiri, termasuk para santri pondok pesantren sebagai generasi penerus.

Menurutnya, persoalan kerusakan lingkungan bukan lagi menjadi isu, melainkan kenyataan "pahit" yang harus dihadapi setiap hari. Untuk itu, diperlukan aksi nyata untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang kian hari kian parah.

"Kepada pengurus dan para santri pondok pesantren, saya mengimbau untuk menjaga dan merawat pohon Trembesi yang telah ditanam hari ini. Sebaiknya, upaya ini tidak hanya dilakukan di lingkungan pondok pesantren saja, melainkan masyarakat pun harus berperan aktif menanam dan merawatnya karena pohon ini memiliki banyak manfaat baik bagi lingkungan maupun masyarakat," ujar Doni di hadapan ratusan santri.

Doni mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan kampanye penanaman pohon Trembesi sejak 2006 dan bekerjasama dengan 43 pondok pesantren di wilayah Sukabumi. Pada 2010 ini, bekerjasama dengan PT Djarum, Danrem 061 juga melakukan aksi yang sama.

Sebelumnya, Djarum dan Korem 061 Surya Kancana Bogor juga telah melakukan penanaman 37.500 pohon Trembesi di Ponpes Darul Uluum Lido, Bogor, bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Dzulkifli Hasan. Sementara di Pondok Pesantren Azzainiyyah Selabintana, penanaman pohon Trembesi kali ini melibatkan hampir seribu santri yang menanam dan merawat 11.500 bibit pohon Trembesi di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Kepala Corporate Communication PT Djarum, Rudijanto Gunawan, menuturkan, terhitung pada 2010 pihaknya telah menanam 50.000 pohon Trembesi di wilayah Jawa Barat. Program ini merupakan kelanjutan rangkaian program Djarum Trees For Life (DTFL) tahap I yang telah menanam pohon Trembesi sepanjang 59 kilometer di ruas jalan Semarang-Kudus Jawa Tengah.

"Program ini dilakukan sejak Februari hingga Mei 2010 dan melibatkan berbagai tokoh masyarakat, mulai pejabat pemerintah setempat, TNI dan Kepolisian, musisi, pencinta lingkungan, atlet bulutangkis, blogger dan selebritis," ujar Rudijanto.

"Kami menargetkan bisa menanam 500 ribu pohon Trembesi di Jawa Barat hingga akhir 2011," tambahnya.

Hadir di acara penanaman pohon tersebut antara lain Pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyyah KH Zezen Zaenal Abidin, Wakil Walikota Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi, serta musisi Iwan Fals. Bahkan, selain menghibur dengan beberapa lagu bertema lingkungan, Iwan Fals juga didaulat untuk ikut melakukan penanaman pohon bersama-sama para tokoh penting lainnya.

"Menanam pohon di sini atau di rumah buat saya sama saja, sebagai sebuah ritual. Sebelum menanam kita mendoakan dan kemudian kita merawatnya. Menanam adalah ritual kehidupan buat saya, manfaatnya bukan sekarang tapi nanti," ujar Iwan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau