JAKARTA, KOMPAS.com - Abu Tholut alias Mustofa, alias Pranata Yudha alias Herman alias Imron dikabarkan ditangkap pasukan Densus 88 di Kudus, Jumat (10/12/2010). Ia disebut-sebut terlibat serangkaian aksi teror, termasuk perampokan di Bank CIMB Niaga cabang Medan pada 18 Agustus 2010.
Pria kelahiran Semarang itu diduga terlibat dalam peledakan di Atrium Senen 1 Agustus 2001. Pada 8 Juli 2003 ia ditangkap atas kepemilikan senjata api di rumahnya di Perumahan Permata Hijau Permai, Bekasi Utara. Pada 11 Mei 2004, Abu Tholut divonis 8,5 tahun penjara, namun ia hanya menjalani penahanan selama 4,5 tahun karena mendapat remisi berkali-kali.
Berbagai sumber dan pemberitaan menyebutkan Abu Tholut pernah bergabung dengan Jamaah Anshorut Tauhid pimpinan Abu Bakar Baasyir. Ia dikabarkan bergabung selama beberapa bulan dalam divisi kelaskaran, sebelum akhirnya menghilang.
Abu Tholut pernah berlatih militer di Afghanistan pada 1987 hingga 1988. Ia disebut-sebut memiliki kemampuan militer yang sangat hebat. Bisa disamakan dengan pasukan khusus. Berkat kemampuan itu, posisinya dalam jaringan terorisme cukup tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang