Tender Ulang KA Bandara Digelar Pertengahan 2011

Kompas.com - 10/12/2010, 13:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menggelar tender ulang proyek kereta api Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang pada pertengahan tahun 2011. Keputusan tender ulang itu dilakukan lantaran pemerintah merombak desain besar (grand design) proyek.

Dalam rencana awal, pembangunan jalur kereta api hanya akan menggunakan satu jalur kereta api dengan biaya sekitar Rp 4,6 triliun. Tapi, belakangan, rencana pemerintah berubah. Pemerintah bakal membangun dua jalur kereta api. Pertama, jalur ekspres yang menghubungkan Manggarai-Angke-Pluit-Bandara. Kedua, jalur komuter yang melewati Kota Tangerang.

Gara-gara perubahan desain ini, nilai proyeknya membengkak menjadi Rp 10 triliun. Karena itu, "Akan dilakukan tender ulang karena sudah banyak perubahan," kata Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan, usai acara diskusi publik mengupas kompleksitas Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/12).

Rencananya, tender proyek itu bakal diikuti oleh pemain industri kereta api dari Korea Selatan, China, dan Jepang. Untuk persiapkan awal proyek, pemerintah sudah bekerjasama dengan Jepang dalam studi kelayakan, penyusunan dokumen tender, dan pengadopsian standar kereta api bandara.

Dalam proyek ini, pemerintah baru mengantongi dana Rp 1,5 triliun. Dana itu rencananya akan digunakan untuk pembebasan lahan di lokasi pembangunan. Pengucuran dana dilakukan dalam tiga tahap: pertama pada 2011 senilai Rp 450 miliar, kedua pada tahun 2012 senilai Rp 600 miliar, dan ketiga pada tahun 2013 sebesar Rp 450 miliar.

Direktur Angkasa Pura II Tri S. Sunoko berharap, proyek kereta api itu menjadi solusi transportasi bandara. Pasalnya, Bandara Soekarno-Hatta tidak memiliki angkutan alternatif. "Keberadaan kereta api bandara akan sangat membantu," harap Tri yang mengaku akan mengalokasikan lahan untuk dijadikan stasiun kereta di lokasi Bandara. (Sofyan Nur Hidayat/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau