Suap

KPK Tahan Bos Rekanan PLN

Kompas.com - 10/12/2010, 14:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan rekanan PLN dalam proyek pengadaan Customer Management System (CMS) basis teknologi PLN di Lampung tahun tahun 2003 dan 2008 yakni Direktur Utama PT Altelindo Georgie Kumaat, Jumat ini (10/12/2010).

Georgie digiring aparat masuk ke mobil tahanan sekitar pukul 12.00 WIB. Saat menuju mobil tahanan, Georgie tak memberikan keterangan sedikit pun kepada para wartawan. Sambil menggunakan kacamata, Georgie tampak berupaya menutup-nutupi dirinya yang tengah menangis saat dibawa aparat kepolisian.

KPK menahan Georgie di rumah tahanan Salemba, Jakarta Pusat. Penahanan ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi SP. "Setelah melakukan pemeriksaan, penyidik melakukan upaya penahanan terhadap GK (Georgie Kumaat) dalam kasus pengadaan outsourcing PLN Lampung tahun 2003 dan 2008. Dia ditahan di Salemba selama 20 hari," ucap Johan, Jumat (10/12/2010), di gedung KPK, Jakarta.

Terhadap Georgie, KPK menyangkakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 jo pasal 55 KUHP atau pasal 13 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Johan melanjutkan, Georgie diduga memberikan sesuatu kepada pihak PLN untuk memperlancar proses pengadaan tersebut. "Ada dugaan penggelembungan harga juga," ucap Johan. Akibat dari tindakan Georgie negera dirugikan sampai Rp 42 miliar.

Sebelumnya, KPK telah menyeret mantan Komisaris PT Altelindo, Raden Saleh Abdul Malik, Direktur Operasional PT Altelindo, Ahmad Fatony Zakaria, dan Dirut PT Arti Duta Aneka Usaha, Arthur Pelupessy, dan General Manager PLN Disjatim, Hariadi Sadono ke Pengadilan Tipikor dalam kasus yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau