Pelatnas sea games xxvi

PB PODSI Tak Ingin Cuma Perahu Naga

Kompas.com - 10/12/2010, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak puas dengan prestasi perahu naga pada Asian Games XVI 2010, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) berencana mengoptimalkan nomor-nomor lainnya seperti kanoing dan rowing di ajang SEA Games XXVI . Hal tersebut dilakukan dengan mendatangkan pelatih asing untuk menempa para atlet pelatnas SEA Gaames.

Untuk nomor rowing, pelatih yang akan diimpor berasal dari Belanda, sementara untuk kanoing dari Jerman. Khusus untuk kanoing, metode pelatihannya akan digabung dengan perahu naga karena memiliki teknis dasar yangs serupa.

"Sebenarnya kami ingin melengkapi prestasi perahu naga dengan prestasi di nomor kanoing juga. Untuk nomor kanoing memang atlet Indonesia masih kurang mampu bersaing di wilayah Asia. Selain itu kami juga akan melakukan transfer knowledge antara pelatih asing dan pelatih lokal," ujar Wakil Ketua Umum II PB PODSI, Hari Sidharta di Jakarta, Jumat (10/12/2010).

Akan tetapi, Hari menuturkan, kontrak dengan dua pelatih yang belum mau disebutkan namanya ini belum juga rampung karena terganjal masalah dana.

"Mereka meminta bayaran 3.500 euro per bulan, sedangkan anggaran dari Satlak PRIMA hanya 3.000 dolar. Nah, hal tersebut belum ada kepastian karena masih kami nego sampai saat ini," tandas Hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau