WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama akan mendesak China untuk melepaskan pembangkang negara itu, Liu Xiaobo, yang memenangi Hadiah Nobel Perdamaian.
Di tengah protes kuat Beijing, aktivis demokrasi China, Wuer Kaixi, kemungkinan akan menerimakan penghargaan Nobel itu karena absennya Liu pada upacara di Oslo, Norwegia, Jumat (10/12/2010).
Sebanyak 19 negara tidak menghadiri upacara penghargaan tersebut, termasuk Pakistan dan Afganistan.
"Ketika dia dianugerahi Hadiah Nobel, Presiden AS, salah satu tokoh dunia yang memberi ucapan selamat kepada Liu Xiaobo, dan menyerukan China untuk melepaskan dia. Presiden akan mengumumkan penegasan pernyataannya besok," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Robert Gibbs.
Duta Besar AS untuk Norwegia Barry White menghadiri upacara penyerahan penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian itu pada Jumat, dan menegaskan kembali pentingnya AS menempatkan posisi atas penghargaan Nobel tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang