YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Hujan lebat yang mengguyur Yogyakarta selama satu jam pada Jumat (10/12/2010) siang, mengakibatkan sebuah tebing sungai di kampung Pingit, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, longsor. Sebuah rumah yang berdiri di pinggir tebing itu roboh ke dalam sungai dan satu rumah lainnya retak.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena pemilik rumah telah mengungsi sejak Yogyakarta kerap dilanda banjir sebulan terakhir. Selain kedua rumah itu, tiga rumah lainnya juga terancam bernasib serupa karena kini posisinya persis di bibir tebing setinggi 10 meter itu.
Jembatan penghubung antara kampung Pingit dan kampung tetangga, yakni kampung Bangunrejo, Kecamatan Tegalrejo, juga ditutup akibat retak tergerus arus sungai. Hal itu membahayakan pengguna jembatan karena sewaktu-waktu bisa runtuh. Lokasi kejadian merupakan wilayah pertemuan antara dua sungai, yakni Kali Winongo dan Kali Buntung.
Berdasarkan keterangan Ketua RW setempat di lokasi kejadian, Syamsul Hari, peristiwa itu terjadi pada pukul 12.00. "Awalnya, arus kali sangat deras karena hujan lebat sejak pukul 11.30. Tak lama kemudian, terdengar gemuruh yang disertai ambruknya rumah itu ke kali," katanya.
Penghuni rumah, keluarga Sundoro, tidak berada di tempat karena sudah mengungsi. " Penghuni rumah yang retak, keluarga Surawan, langsung kami ungsikan ke rumah tetangga," kata Syamsul. Saat ini, lokasi kejadian dan tanah di sekitarnya dipasangi garis polisi dan wraga dilarang mendekat karena potensi longsor masih ada.
Syamsul pun berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan dan tebing yang sudah longsor sebanyak tiga kali itu selama musim hujan tahun ini. Hal itu penting agar tanah tidak kembali longsor dan membahayakan pemukiman padat di sekitarnya jika terjadi hujan lagi.
Selain banjir dan longsor akibat hujan deras, Kota Yogyakarta juga masih menghadapi bahaya besar banjir lahar dingin hasil erupsi Gunung Merapi di kali-kali yang melintasi wilayahnya, terutama Kali Code.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang