Surabaya, Kompas -
Dari 92 imigran itu, 72 orang di antaranya tergolong dewasa (59 laki-laki dan 13 perempuan), sedangkan 20 lainnya anak-anak. ”Ada 69 orang dari Iran, 22 dari Afganistan, dan seorang dari Somalia,” kata Direktur Polisi Air Polda Jatim Komisaris Besar Anang S Hidayat, kemarin.
Kepada petugas, lanjut Anang, para imigran itu bersikukuh tidak melakukan pelanggaran. Alasannya, kedatangan mereka semata-mata untuk berlibur. ”Tetapi saat diperiksa, ternyata tidak semuanya bisa menunjukkan kartu identitas. Karena itu, petugas hanya bisa mengklasifikasikan kewarganegaraan mereka berdasar keterangan lisan,” ujarnya.
Pada Rabu itu imigran tersebut menumpang kapal kecil yang belum diketahui asal-usulnya. Karena terjadi masalah teknis pada mesin, kapal terombang- ambing di perairan Kangean, lalu kandas. ”Setelah itu, mereka diangkut kapal Bunga Harapan. Kini anak buah kapal Bunga Harapan dimintai keterangan di Polres Sumenep,” papar Anang.
Ia menambahkan, sebagaimana dikemukakan awak kapal, imigran tersebut rencananya akan diantar ke Australia.