Problem Ejakulasi Tipe 2 dan Serotonin

Kompas.com - 11/12/2010, 08:11 WIB

TANYA :

Dokter Wimpie Yth. Saya seorang laki-laki sudah menikah dan punya anak. Berkeluarga sejak 2007. Menjalani hidup sehat dengan tidak merokok dan berolahraga teratur 2-3 kali seminggu (2-3 jam).

Dalam medical check up terakhir (bulan juli 2010) saya dinyatakan fit. Namun setahun belakangan, saya menderita masalah ejakulasi tipe 2. Setelah penetrasi, hanya bertahan 2-3 menit, setelah itu ejakulasi.

Saya sudah mencoba berobat ke salah satu klinik terkemuka, dan mereka menyatakan bahwa saya mengalami kekurangan zat "SEROTONIN", tapi karena biayanya terlalu mahal, saya tidak sanggup untuk menebus obat yang di berikan.

Pertanyaannya : 1. Bisakah saya sembuh? 2. Kalau klinik tersebut bisa memberikan obat, artinya ada obat lain yang ekuivalen tapi mungkin lebih murah. Obat jenis apakah itu? Mohon penjelasannya dok

DHONI, 28, BALIKPAPAN

JAWAB :

Saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan "masalah ejakulasi tipe 2". Tidak ada istilah itu dalam Seksologi. Apakah Anda tidak salah dengar? Tetapi kalau ejakulasi yang terlampau cepat, itu harus dibedakan apakah benar suatu ejakulasi dini ataukah sebagai akibat gangguan ereksi.

Walaupun sama-sama mengalami ejakulasi yang cepat, tetapi keduanya berbeda. Maka pengobatannya juga berbeda. Ejakulasi dini dapat disebabkan oleh tidak berfungsinya serotonin. Maka pengobatannya ditujukan untuk memperbaiki fungsi serotonin. Ada beberapa pilihan obat untuk ini, yang memerlukan petunjuk dokter. Harganya pun bervarasi, tidak harus mahal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau