Pembatasan bbm

Usul Pembatasan Belum Diajukan ke DPR

Kompas.com - 11/12/2010, 10:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi VII DPR, Effendi Simbolon, menegaskan bahwa pemerintah sebetulnya belum pernah mengajukan usul kebijakan pembatasan BBM bersubsidi ke DPR. Oleh karena itu, kabar bahwa kebijakan ini akan diterapkan per 1 Januari masih harus dipertanyakan.

"Pemerintah belum pernah secara resmi mengajukan usul pembatasan BBM bersubsidi. Sampai raker Kamis lalu, Menteri ESDM hanya menyampaikan jumlah alokasi volume kiloliter," tuturnya dalam diskusi mingguan Polemik di Jakarta, Sabtu (11/12/2010).

Oleh karena itu, lanjutnya, DPR belum bisa menentukan sikapnya terhadap rencana tersebut. Padahal, kabarnya hal itu terus menjadi polemik di tengah masyarakat. Menurut politikus PDI-P ini, rencana kebijakan pembatasan BBM bersubsidi tersebut baru hanya dilontarkan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Tindakan Menko ini dinilai sebagai pola penerapan kebijakan publik di pemerintah yang di luar prosedur konstitusi. Menurut Effendi, rakyat harusnya paham bahwa penyelenggara negara itu bukan hanya pemerintah, melainkan juga DPR.

"Dalam penerapan kebijakan, pemerintah tak sendiri, harus minta persetujuan DPR, terutama soal jumlah dan kiloliter BBM bersubsidi. Itu baru usulan pemerintah, baru kebijakan kalau sudah disetujui DPR," tandasnya.

Effendi juga menegaskan, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh sendiri telah mengaku bahwa dirinya belum mau langsung masuk dalam pembahasan kebijakan. Darwin, ungkapnya, baru ingin berdiskusi terlebih dahulu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau