Pembatasan bbm bersubsidi

Pikirkan Dampak Ekonominya, Pak Menteri!

Kompas.com - 11/12/2010, 15:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta memikirkan dampak ekonomi yang besar dari rencana penerapan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. Pasalnya, pascapenerapan diperkirakan inflasi bisa mencapai angka 0,9 persen.

"Dampak inflasi langsungnya bisa mencapai 0,9 persen. Kemampuan pemerintah untuk mengisolasi inflasi akan menjadi tantangan kalau kebijakan ini diberlakukan," ungkap pengamat ekonomi LIPI Latif Adam dalam diskusi mingguan Polemik, Sabtu (11/12/2010).

Menurutnya, nilai 0,9 persen itu baru berasal dari dampak langsung penerapan kebijakan. Pemerintah harus pula memikirkan dampak inflasi yang tidak langsung. Dampak tidak langsung bisa berasal dari ekspektasi masyarakat akibat kebijakan ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam pembahasan saat ini, publik perlu menilai strategi pemerintah untuk mengantisipasinya. Pasalnya, dampak yang mengikuti kenaikan inflasi tentu saja peningkatan angka kemiskinan.

"Sebenarnya ini kan kenaikan harga terselubung ya. Kita bisa analogikan begitu kan. Ekspektasi masyarakat bahwa inflasi ke depan akan tinggi kan itu juga berpengaruh. Gimana juga rencana pemerintah bagaimana untuk meredam ekspektasi ini?" tambahnya.

Selain kebijaksanaan pemerintah untuk meredam ekspektasi terhadap inflasi, pemerintah juga harus menyusun koordinasi secara holistik dengan kementerian lainnya sehingga tidak kontraproduktif terhadap kenyamanan konsumen, pertumbuhan ekonomi dan pencipataan lapangan kerja.

Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi juga mengatakan pihaknya menghitung dampak langsung inflasi karena kebijakan ini bisa mencapai 1,1 persen. "Pemerintah harus memperhatikan hal itu. Harus dihitung-hitung dululah dan lebih bijak," tambahnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau