Kebakaran

Bengkel Cat Mobil Terbakar

Kompas.com - 11/12/2010, 17:23 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bengkel pengecatan mobil Megah Jaya di Jalan BKR Kota Bandung berikut sejumlah kendaraan yang sedang diperbaiki di dalamnya, Sabtu (11/12/2010) siang tadi. 

Kebakaran yang berlangsung pukul 11.30 WIB itu mengakibatkan kesibukan dan kemacetan luar biasa di Jalan BKR saat dilakukan proses pemadaman api. 

Sedikitnya 10 mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Bandung dikerahkan untuk menjinakan kobaran api yang diduga berasal dari ruang "oven" cat yang berlokasi di lantai dasar bengkel yang cukup laris di Kota Bandung itu. 

"Api yang diduga dari oven cat itu langsung membesar dan membakar cat di sekitarnya serta dua mobil yang tengah dalam proses pengovenan, sebagian kendaraan yang sempat terjebak di dalam bengkel itu berhasil diselamatkan," kata Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandung, Jhon Siregar. 

Kobaran api yang langsung membesar, meski sejumlah pekerja di bengkel itu telah berupaya memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) yang ada di bengkel itu. Sedikitnya 10 tabung APAR tidak mampu menghentikan kobaran api yang merembet ke ruangan lainnya di bengkel itu. 
Para pekerja yang panik, langsung mengeluarkan belasan mobil yang ada di dalam bengkel itu. Namun sebagian terkena api pada beberapa bagian karoserinya sehingga terkelupas. Tercatat hanya dua kendaraan yang hangus terbakar yakni yang berada di ruang oven. 

"Pemadaman api berlansung sekitar satu jam, dengan 10 kendaraan pemadam. Lokasinya kebetulan dekat dengan sumber air sehingga proses pemadaman berlangsung lancar dan efektif. Mereka juga telah berupaya melakukan pemadaman dengan APAR namun kobaran apinya besar karena banyak material yang mudah terbakar di sana," kata Jhon. 

Kepala Kepolisian Sektor Lengkong Komisaris Philemon Ginting menyatakan masih menyelidiki penyebab dan sumber api dari kebakaran itu. Meski disebut-sebut dari ruangan oven, namun pihaknya masih akan melakukan pendalaman. 

"Informasi dari para pegawai menyebutkan, awal api dari ruang oven, namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau