BANDUNG, KOMPAS.com- Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bengkel pengecatan mobil Megah Jaya di Jalan BKR Kota Bandung berikut sejumlah kendaraan yang sedang diperbaiki di dalamnya, Sabtu (11/12/2010) siang tadi.
Kebakaran yang berlangsung pukul 11.30 WIB itu mengakibatkan kesibukan dan kemacetan luar biasa di Jalan BKR saat dilakukan proses pemadaman api.
Sedikitnya 10 mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Bandung dikerahkan untuk menjinakan kobaran api yang diduga berasal dari ruang "oven" cat yang berlokasi di lantai dasar bengkel yang cukup laris di Kota Bandung itu.
"Api yang diduga dari oven cat itu langsung membesar dan membakar cat di sekitarnya serta dua mobil yang tengah dalam proses pengovenan, sebagian kendaraan yang sempat terjebak di dalam bengkel itu berhasil diselamatkan," kata Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandung, Jhon Siregar.
Kobaran api yang langsung membesar, meski sejumlah pekerja di bengkel itu telah berupaya memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) yang ada di bengkel itu. Sedikitnya 10 tabung APAR tidak mampu menghentikan kobaran api yang merembet ke ruangan lainnya di bengkel itu.
Para pekerja yang panik, langsung mengeluarkan belasan mobil yang ada di dalam bengkel itu. Namun sebagian terkena api pada beberapa bagian karoserinya sehingga terkelupas. Tercatat hanya dua kendaraan yang hangus terbakar yakni yang berada di ruang oven.
"Pemadaman api berlansung sekitar satu jam, dengan 10 kendaraan pemadam. Lokasinya kebetulan dekat dengan sumber air sehingga proses pemadaman berlangsung lancar dan efektif. Mereka juga telah berupaya melakukan pemadaman dengan APAR namun kobaran apinya besar karena banyak material yang mudah terbakar di sana," kata Jhon.
Kepala Kepolisian Sektor Lengkong Komisaris Philemon Ginting menyatakan masih menyelidiki penyebab dan sumber api dari kebakaran itu. Meski disebut-sebut dari ruangan oven, namun pihaknya masih akan melakukan pendalaman.
"Informasi dari para pegawai menyebutkan, awal api dari ruang oven, namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang