Kebakaran

Kebakaran Warungkiara karena Korsleting

Kompas.com - 12/12/2010, 14:51 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com — Kebakaran yang menghanguskan 52 lapak dan kios di Pasar Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terjadi pada Sabtu malam diduga disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik di salah satu kios.

Kanit Reskrim Polsek Warungkiara Inspektur Dua Bambang mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara dan dikuatkan keterangan para saksi, kebakaran diduga dipicu hubungan pendek arus listrik.

"Hubungan pendek arus listrik tersebut terjadi di lantai dua salah satu kios milik pedagang yang di dalamnya berisi dus-dus makanan ringan," kata Bambang, Minggu (12/12/2010).

Pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kebakaran itu. Namun, pihaknya menegaskan, kebakaran ini murni kecelakaan dan tidak ada unsur sabotase.

Selain itu, Bambang menambahkan, dalam kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa karena api berhasil dipadamkan selama lebih kurang tiga jam setelah empat mobil pemadam kebakaran diturunkan.

"Kami masih menugaskan anggota kami terus menyelidiki dan memeriksa beberapa saksi di tempat kejadian untuk mengumpulkan keterangan dan bukti," tuturnya.

Lebih lanjut, diperkirakan akibat kebakaran ini kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Pada saat kejadian kebanyakan kios dan lapak tidak ada penghuninya sehingga tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya melihat api pertama kali di salah satu kios, tepatnya di lantai dua.

Tidak lama api terus menjalar dan menghanguskan lebih kurang 52 lapak dan kios.

"Kami melihat api terus membesar dan warga dengan alat seadanya mencoba memadamkan, tetapi karena banyak bahan yang mudah terbakar, api sulit dimatikan. Untungnya datang empat damkar walaupun sedikit terlambat," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir mencapai lebih dari ratusan juta rupiah.

Sampai berita ini diturunkan, warga dan sejumlah pedagang masih mencari barang-barang di reruntuhan puing pasar di yang terbakar di Blok A sampai Blok M.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau