Anak krakatau

Ketinggian Asap Krakatau 850 Meter

Kompas.com - 12/12/2010, 15:17 WIB

CINANGKA, KOMPAS.com - Ketinggian asap Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mendekati 1.000 meter, sementara jumlah kegempaannya pada Sabtu mencapai 691 kali.

"Dari pantauan di Pasauran, Cinangka, ketinggian asap Gunung Anak Krakatau mencapai 850 meter, lebih tinggi dari hari-hari sebelumnya," kata Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten, Anton S Pambudi, Minggu (12/12/2010).

Dia menjelaskan faktor yang mempengaruhi ketinggian asap, di antaranya jumlah kegempaaan.

"Yah di antaranya jumlah kegempaan, dan hembusan yang dikeluarkan dari perut gunung tersebut," katanya.

Secara rinci katanya, dari jumlah total kegempaan sebanyak 691 kali, untuk vulkanik dalam (VA) 17 kali, vulkanik dangkal (VB) 187 kali, letusan 61 kali, tremor letusan 31 kali, tremor harmonik tujuh kali, dan hembusan 388 kali.

"Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan level II atau waspada," katanya.

PVMBG juga masih melarang siapapun untuk mendekat pada radius dua kilometer karena material yang dikeluarkan masih berbahaya.

"Material seperti batu dan kerikil yang dikeluarkan oleh gunung tersebut bisa melepuhkan kulit, dan menebus tubuh, karenanya pada radius itu kami melarang warga, turis dan nelayan mendekat," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau