Hiburan

Musik Digital Bersaing di Toko "Online"

Kompas.com - 13/12/2010, 05:25 WIB

Oleh AW Subarkah

Liburan akhir tahun sudah dekat, persiapan perjalanan tentu sudah dirancang dengan matang. Dan, sekarang giliran mempersiapkan teman perjalanan yang bisa dilakukan sampai saatnya tiba. 

Membangkitkan masa lalu yang penuh kenangan akan membantu menghidupkan kembali semangat-semangat muda. Alam bawah sadar ini dengan mudah akan memutar ulang masa lalu saat mendengarkan musik-musik kenangan yang sama.

Namun, sepertinya mencari kaset-kaset masa lalu tidaklah mudah lagi, selain pemutarnya yang sudah semakin langka. Bisa jadi sekarang lebih gampang menemukan karya kreatif yang banyak tersimpan di piringan CD dalam bentuk berkas format MP3.

Kebanyakan musik dalam berkas MP3 yang ada sekarang memang ilegal, persoalannya bukan hanya bagaimana supaya tidak ikut menyuburkan pembajakan, melainkan juga kebanyakan berkas MP3 itu sudah seperti sampah digital. Kualitas tidak terjamin, termasuk kemungkinan pendendang dan pengiringnya bukan grup yang sama.

Munculnya banyak toko online yang melayani unduh musik digital memberikan solusi yang tepat untuk kasus ini. Operator telekomunikasi banyak memanfaatkan peluang bisnis itu untuk memberikan layanan kepada pelanggannya.

Seperti MelOn (www.melon.co.id), perusahaan patungan PT Telkom Indonesia dengan SK Telecom dari Korea, yang baru pekan lalu meluncur di Jakarta. Pelanggan perusahaan-perusahaan di bawah Telkom, seperti Telkomsel dan Flexi, menjadi prioritas layanan MelOn. Tentu saja termasuk Speedy, layanan internet melalui fixed line.

Tampaknya Telkom sangat serius untuk terjun ke dunia hiburan, seperti membangun komunitas SpeedyTrek yang memfasilitasi ekosistem musik bagi para musisi, para penikmat, dan pengamat yang bisa menjadi barometer perkembangan musik, khususnya musik indie.

Bahkan, sebelum MelOn, pihak Telkomsel juga sudah lebih dahulu meluncurkan layanan toko musik digital LangitMusik (www.langitmusik.com), Januari lalu. Termasuk di dalamnya layanan LangitMusik video dan layanan terbaru, yaitu CariTau, sebuah layanan mengenali lagu yang mirip fitur TrackID dari Sony Ericsson.

Layanan MelOn

Beragamnya penjualan musik berformat digital secara online memperlihatkan layanan seperti itu sudah diterima masyarakat. Kualitas yang jauh lebih baik dari kaset membuat pencinta musik tidak perlu mengunjungi toko-toko musik yang makin berkurang jumlahnya.

Dalam kontes inovasi nirkabel Indosat (IWIC) karya pemenang utamanya berkaitan dengan penyediaan konten musik yang diberi nama Anoa (a noble of arts). Karya anak bangsa ini sangat mungkin untuk diimplementasikan bagi layanan Indosat. Bahkan, pemenangnya, Rolan Prima Yoga dan kawan-kawan, juga menyiapkan pemutar musik khusus untuk layanan ini.

Operator XL juga sudah meluncurkan layanan Music Live (www.xl.co.id/musiclive) untuk berbagai pilihan musik sesuai saluran atau kategori tertentu. Semua telepon seluler yang memiliki kapasitas memutar musik bisa digunakan, mulai dari yang low end hingga high end.

Tidak ketinggalan Esia yang juga memberikan aplikasi khusus Digital Music Download bagi pelanggannya. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan Esia mengunduh ribuan lagu nasional dan internasional langsung dari ponselnya.

Kultur Korea yang ditawarkan MelOn dengan musik unduhnya bisa menjadi alternatif menarik bagi penggemar musik dalam persaingan toko digital ini. MelOn menawarkan layanan serba unlimited untuk mengunduh lagu tanpa batas, baik secara berlangganan ataupun membeli satuan (ala carte).

”Bukan hanya para pelanggan akan lebih dipermudah, tetapi upaya ini juga sekaligus mengurangi pembajakan dan meningkatkan produk kreatif,” kata Rinaldi Firmansyah, Dirut PT Telkom dalam acara peluncuran MelOn, pekan lalu di Jakarta.

Kemudahan dan semakin beragamnya pemutar musik digital ini jelas akan semakin menggeser cara orang mendengarkan musik. Selain melalui telepon seluler atau pemutar MP3, juga bisa melalui PC sambil bekerja. Bahkan, MelOn menyediakan program pemutar khusus yang bisa diunduh.

Pada awal peluncurannya, pihak MelOn baru melayani pelanggan Telkomsel dan TelkomFlexi. Adapun bagi para pelanggan umum baru akan diberi kesempatan mulai akhir Desember ini melalui e-payment IVAS Pay, sedangkan layanan dari online bangking BCA baru pada awal tahun depan.

Sepertinya agresivitas para operator ini akan menjadi era baru distribusi musik di negeri ini. Operator sudah semakin melebarkan sayapnya sebagai toko musik yang aktif, tidak lagi sekadar menjual ring back tone yang menggila di negeri ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau