Sekda sumut

Pejabat IVD Punya Peluang

Kompas.com - 13/12/2010, 06:47 WIB

Medan, Kompas - Hingga saat ini belum jelas siapakah pejabat yang diusulkan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin untuk menjadi sekretaris daerah definitif. Proses pengusulan masih tertutup, terlebih setelah beredar kabar bahwa Wakil Gubernur Gatot Pujo Nugroho tidak ikut dilibatkan.

Syamsul yang kini ditahan di Rutan Salemba oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai bermain sendiri dalam menentukan sekda definitif. Sejak Sekda Sumut RE Nainggolan pensiun per 1 Desember, Syamsul baru melantik Pelaksana Tugas Sekda Sumut, yang dijabat mantan Asisten Pemerintahan, Hasiholan Silaen.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut Suherman yang juga Sekretaris Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Sumut, seluruh pejabat golongan IVD yang minimal pernah dua kali menduduki jabatan struktural setingkat eselon dua (kepala dinas, biro atau badan) berpeluang diusulkan menjadi Sekda Sumut definitif. ”Selain itu, pengalaman tour of duty juga akan dipertimbangkan,” ujar Suherman di Medan pada akhir pekan lalu.

Pengusulan Sekda Provinsi Sumut definitif ini sempat dinilai tertutup oleh Wakil Ketua DPRD Sumut Sigit Pramono Asri. Dia membenarkan wagub tidak dilibatkan sama sekali. Sigit dan Gatot berasal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

”Dulu semasa almarhum Gubernur Tengku Rizal Nurdin, pengusulan nama-nama sekda definitif ke pemerintah pusat tetap atas sepengetahuan DPRD. Sekarang, wakil gubernur saja tidak dilibatkan, apalagi kami,” ujar Sigit.

Namun, Suherman membantah. ”Pasti semua proses ini sepengetahuan wakil gubernur,” ujarnya. Gatot menolak dikonfirmasi soal keretakan hubungannya dengan Syamsul. Pernyataan soal keretakan hubungan ini terucap oleh politisi PKS seperti Sigit dan Ketua Fraksi PKS di DPRD Sumut Hidayatullah. (BIL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau