Bangun Kesan Pertama yang Hebat lewat Dandanan

Kompas.com - 13/12/2010, 15:36 WIB

 

KOMPAS.com - Ketika Anda sedang menghadapi wawancara kerja, image seperti apakah yang ingin Anda sampaikan kepada pewawancara? Sebab, bagaimaan kita menampilkan diri kita akan sangat memengaruhi kesan pertama yang ditangkap oleh pewawancara tentang diri kita.

“Kita mempunyai sekitar tujuh detik untuk memberikan kesan pertama yang baik," kata Kristen Kaleal, wardrobe stylist dan penulis fashion. "Itulah waktu yang kita gunakan untuk bersalaman dan memilih tempat duduk."

Menurutnya, dalam waktu tujuh detik tersebut, kita sedang diukur dan dinilai oleh pewawancara. Dari tingkat pendidikan kita, pembawaan kita, perhatian kita terhadap detail, dan seberapa percaya dirinya kita. Kesan pertama yang kita buat akan berbicara jauh lebih banyak daripada kata-kata yang kita ucapkan.

Karena waktu untuk memancarkan kesan pertama yang sempurna itu sangat terbatas, maka kita perlu menata citra diri kita jauh sebelumnya. Dengan demikian kita bisa meningkatkan kesan yang kita buat untuk orang lain. Berikut adalah 10 hal yang perlu dan tidak perlu kita lakukan saat menghadapi proses pencarian kerja.

DOS
1. Minta pendapat teman-teman atau keluarga mengenai citra diri Anda

Teman dekat atau keluarga pasti mau jujur mengenai citra diri Anda. Pastikan agar mereka sungguh-sungguh jujur, dan jangan bersikap defensif. Jika mereka menilai Anda "terlalu tua", "sok anak muda", "kuno", atau apapun, ada kemungkinan kesan inilah yang Anda tampilkan saat mencari pekerjaan. Dengarkan masukan dari teman-teman atau keluarga Anda, lalu carilah cara untuk membuat citra diri Anda saat ini tetap sejalan dengan kesan yang ingin Anda tampilkan.

2. Pastikan kebersihan diri
Hal ini menyangkut kebersihan rambut, wajah, kuku, kulit, hingga bau badan. Hindari datang ke sesi wawancara dengan cat kuku yang sudah somplak, rambut berminyak karena belum keramas, stoking yang robek, atau sepatu yang lusuh berdebu. Jangan lupa, bersihkan tas Anda. Jangan sampai ketika Anda sedang mencari bolpoin, tiba-tiba ada bon-bon pembayaran makanan, kwitansi, atau tisu yang sudah lusuh ikut melompat keluar.

3. Belilah satu-dua pakaian dengan kualitas terbaik yang Anda mampu
Anda bisa memanfaatkan momen diskon untuk mendapatkan pakaian atau sepatu yang berkualitas dengan harga miring. Meskipun potongannya sederhana, atau klasik, mengenakan pakaian yang baik akan menambah percaya diri.

4. Berpakaianlah dengan membayangkan posisi Anda di kantor
“Jika Anda sedang mencari posisi dimana Anda harus bisa dijumpai dengan mudah, jangan memilih pakaian dengan warna yang tajam atau menjemukan," kata Kaleal. Jika Anda melamar suatu posisi kreatif, pakaian yang terlalu kaku atau membosankan juga bisa memberatkan Anda.

5. Kenakan pakaian yang pas
Penampilan kita akan lebih baik jika kita mengenakan pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh kita, dan pas. Kita jadi kelihatan utuh dan merasa lebih percaya diri. Dengan penampilan yang "beres", kita bisa berkonsentrasi dengan lawan bicara dan berfokus pada tugas-tugas yang harus dilakukan.

DON'TS
6. Berpakaian terlalu kasual, apapun posisi Anda
Karyawan di perusahaan bidang kreatif biasa terlihat hanya mengenakan t-shirt dan jeans. Namun saat wawancara kerja, tetaplah memakai business attire. Setidaknya, kenakan blazer yang berkualitas baik untuk menutup t-shirt Anda.

7. Mengenakan pakaian yang terlalu terbuka
Kaleal menyarankan "aturan empat jari". “Taruh empat jari Anda di bawah tulang selangka. Jika atasan Anda menyentuh area tersebut, Anda tidak perlu khawatir potongan leher atasan Anda terlalu rendah," paparnya. Untuk panjang rok, letakkan empat jari Anda di atas lutut untuk memastikan rok Anda cukup panjang.

8. Terlalu polos, atau terlalu menor
“Beberapa profesor bidang ekonomi mengatakan bahwa perempuan yang memakai make-up akan digaji lebih tinggi," ujar Kaleal. "Jadi, memulas wajah dengan make-up dengan pas juga sangat penting bagi kita. Terlalu polos juga tak baik, karena Anda bisa terlihat pucat atau lusuh.

9. Penampilan yang bisa mengalihkan perhatian
Bukan hanya pakaian dengan warna atau motif yang terlalu ngejreng, tetapi juga tatanan dan warna rambut yang terlalu heboh, dan tentunya aksesori yang terlalu banyak. Anda tentu ingin pewawancara berfokus pada jawaban Anda, kan, bukan pada apa yang Anda kenakan?

10. Membawa tas yang besar
Ibarat seorang teman yang membawa tiga koper untuk perjalanan selama tiga hari, sebaiknya Anda tak usah membawa tas kerja Anda yang biasanya. Hindari tas yang besar seperti tote bag, dan map portofolio yang penuh berisi kertas-kertas yang menunjukkan prestasi Anda. Kaleal menyarankan untuk membawa clutch di dalam tote bag Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau