Bbm bersubsidi

Pembatasan Premium Sudah Tepat?

Kompas.com - 13/12/2010, 15:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan penggunaan premium sudah tepat lantaran selama ini premium cenderung dinikmati masyarakat kelas atas. Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi Fauzi Ichsan, ketika dihubungi KONTAN, akhir pekan lalu.

"Hanya saja, dari kebijakan itu harus ada kompensasi setimpal yang diberikan pemerintah pada masyarakat," ujar Fauzi.

Penilaian itu cocok dengan data yang dikeluarkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). BPH Migas menyebut distribusi premium hingga akhir Desember 2010 memang lebih banyak disedot mobil pribadi yakni sebesar 53 persen, menyusul sepeda motor 40 persen, angkutan umum 3 persen, dan angkutan Barang 4 persen. Kuota sampai Desember 2010 senilai 36.504.779 kilo liter.

Menurut Fauzi, secara tidak langsung, pembatasan itu bakal mengena ke masyarakat miskin, misalnya dengan adanya kenaikan harga. Maka, masyarakat perlu diberi kompensasi, bentuknya bisa seperti pemberian Bantuan Langsung Tunai atau peningkatan kualitas sarana-prasarana transportasi.

Lanjutnya, kompensasi yang harus diberikan pada kelas menengah yang menggunakan BBM non subsidi, seperti peningkatan kualitas pelayanan Pertamina, ketika persaingan penjualan bbm non subsidi makin ketat. "Konsumen nantinya bakal lebih melihat ke faktor harga dan kualitas pelayanan," imbuh Fauzi.

Soal efek pembatasan bbm bersubsidi terhadap inflasi, Fauzi mengaku belum bisa mengukur secara pasti lantaran kebijakan tersebut masuk kategori baru dan belum resmi berlaku. Namun dia memprediksi inflasi akan berada dibawah 1 persen. (Epung Saepudin/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau