Piala aff 2010

Joko: Lazim, Harga Tiket Naik

Kompas.com - 13/12/2010, 19:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua panitia lokal atau LOC Piala AFF 2010, Joko Driyono, menilai, kebijakan menaikkan harga tiket di partai semifinal merupakan sesuatu yang lazim. Kebijakan tersebut, menurut Joko, berlaku di ajang internasional lain.

Dari enam kategori tiket pertandingan Indonesia versus Filipina pada semifinal pertama, Kamis (16/12/2010), hanya tiket kategori III yang seharga Rp 50.000 yang tidak naik. Sementara sisanya rata-rata naik. Tiket VVIP, misalnya, naik yang cukup tinggi dari semula Rp 225.000 menjadi Rp 500.000.

"Tiket naik karena kelaziman event nasional maupun internasional. Kita jangan menurunkan gengsi pertandingan. Kemudian, AFF tidak memberi subsidi," kata Joko kepada wartawan di kantor PSSI, Senin (13/12/2010).

Joko berharap agar kebijakan tersebut tidak disalahartikan. "Keliru kalau ada anggapan kita mencari keuntungan sebesar-besarnya," tegas Joko.

Lebih lanjut, Joko mengimbau kepada masyarakat agar membeli tiket di loket penjualan untuk mereduksi peredaran penjualan tiket palsu. "Kami mengimbau penonton untuk membeli tiket di loket. Sebab, tiket yang asli memiliki tiga level pengamanan yakni barcode, security printing, dan hologram," beber Joko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau