Italia

PM Berlusconi Terpojok, Coba Yakinkan Legislator

Kompas.com - 14/12/2010, 04:46 WIB

ROMA, SENIN - Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi berada dalam posisi semakin terpojok. Namun, ketimbang melawan, seperti yang biasa dilakukannya setiap kali merasa dipojokkan, sikap Berlusconi kali ini dinilai jauh lebih tenang dan terukur.

Saat berbicara di depan Senat Italia, Senin (13/12), Berlusconi meminta politisi dan legislator untuk tidak mencoba berspekulasi dan membahayakan kelanjutan Pemerintah Italia, yang menurut Berlusconi telah semakin baik di bawah kepemimpinannya.

Berlusconi mengklaim, sepanjang kepemimpinannya, Italia telah berhasil meraih reputasi baik walaupun memang belum mampu keluar dari krisis finansial yang tengah terjadi. Dia menyebutkan, Italia tidak lagi menjadi bagian dari masalah, tetapi sudah menjadi bagian dari solusi untuk Eropa.

Dalam pidatonya di depan majelis tinggi (senat) itu, Berlusconi juga mengingatkan, saat ini bukan saat yang tepat untuk membahayakan keberlanjutan pemerintahan hanya demi kepentingan politik sempit. Dia mencoba meyakinkan, Italia memerlukan pemerintahan yang berlanjut.

Dengan begitu, mengusir dirinya dari pemerintahan adalah sebuah ”kebodohan”, yang hanya akan membawa Italia ke dalam sebuah kondisi ”krisis dan kegelapan”. ”Saya memahami mereka yang mencoba menantang pemerintah dengan mencoba membuka krisis baru untuk kemudian membawa (Italia) ke sebuah pemilihan umum baru atau setidaknya mengganti PM,” tutur Berlusconi.

Akan tetapi, kata Berlusconi, dia tidak bisa mengerti dengan pihak-pihak, yang dengan ongkos apa pun, mencoba membawa (Italia) ke dalam krisis dan kegelapan. Dalam pidatonya di depan senat itu dia berharap akan mampu meyakinkan para senator untuk mendukung keberlanjutan pemerintahannya.

Bisa dipaksa mundur

Namun, kondisi yang jauh lebih pelik dan ketat diyakini justru bakal dihadapinya saat mencoba meyakinkan para legislator di tingkat Majelis Rendah Italia. Senin sore dia dijadwalkan juga berbicara di sana. Selasa pagi adalah masa penentuan nasib diri dan pemerintahannya.

Selain mencoba meyakinkan para legislator lewat pidato politiknya itu, Berlusconi juga menawarkan ”kesepakatan legislatif” baru kepada lawan-lawan politiknya, seperti kepada partai politik Serikat Tengah (UDC) dan juga kepada sekutu Ketua Parlemen Gianfranco Fini.

Langkah itu terpaksa dia lakukan menyusul mundurnya para pendukung Berlusconi, yang berdampak menggusur posisi sebelumnya sebagai satu-satunya kekuatan mayoritas di tingkat Majelis Rendah.

Pemerintahan Berlusconi mengalami kondisi serba sulit. Jika kalah dalam voting, dia akan dipaksa mundur. Sementara itu, kalaupun dia menang tipis, Italia kemungkinan akan menggelar pemilihan umum baru jauh sebelum masa pemerintahan berakhir pada tahun 2013. Langkah itu harus dilakukan untuk menghindari kelumpuhan di parlemen. (AFP/BBC/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau