JAKARTA, KOMPAS.com - Ambrolnya Jalan Petojo VIJ I di RT 02/06, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, sepanjang 50 meter, tidak hanya membuat akses jalan menjadi terputus. Tapi, juga mengakibatkan 15 rumah warga di depan Kali Cideng dindingnya retak-retak. Kerusakan pada dinding rumah warga ditengarai karena pemasangan turap di Kali Cideng yang tidak maksimal.
Ketua RT 02/06, Suratno (59), menduga ambrolnya badan Jalan Petojo VIJ I karena miringnya turap, sehingga menyebabkan tanah di sekitar pinggir jalan itu bergeser. "Jalan yang ambrol selebar dua meter dengan panjang 50 meter," katanya, Senin (13/12/2010).
Sebelum ambrol, lanjut Suratno, bagian tengah jalan yang memiliki lebar empat meter tersebut retak. "Semalam bagian tengah jalan retak. Bahkan, sebuah mobil milik warga yang diparkir di pinggir jalan dekat Kali Cideng itu hampir nyemplung karena kondisi jalan miring," imbuhnya.
Setelah retak pada pukul 21.00, tiga jam kemudian turap bergeser dan pada pukul 02.00 sebagian jalan ambrol. Menurutnya, proyek pekerjaan tiang pancang yang dipasang tidak sampai pada kedalaman yang maksimal. Selain itu, jalan itu juga kerap dilewati truk yang mengambil lumpur dari hasil pengerukan kali tersebut.
"Pemasangan tiang pancang yang menggunakan alat berat juga mengakibatkan dinding rumah warga retak. Karena, alat berat itu menghasilkan getaran yang hebat," ujarnya.
Sebenarnya, kata Suratno, saat pengerjaan tiang pancang itu warga sudah komplain kepada kontraktor dengan mendatangi kontraktor proyek, yaitu PT Rusdy Jaya-PT Graha Bonature. Proyek pekerjaan turap di sepanjang Kali Cideng sendiri telah berjalan lebih dari satu bulan. Sedangkan turap telah selesai dipasang beberapa minggu lalu. Karena itu, warga yang rumahnya rusak meminta kontraktor untuk segera memperbaikinya, termasuk juga mengembalikan kondisi jalan seperti sebelum ambrol.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki jalan yang ambrol dengan menambah turap sebagai penguat. "Nanti, kami akan memasang satu lapis turap lagi di belakang turap yang telah terpasang. Setelah itu kami akan memperbaiki jalan yang ambrol," katanya.
Dia menduga, ambrolnya jalan itu akibat dari kondisi kontur tanah yang kurang baik. Meski demikian, Ery mengaku pihaknya telah bekerja maksimal dan membuat turap yang dilengkapi dengan tiang pancang sebagai penguat.
"Untuk turap yang telah kami pasang di Kali Cideng dalam kondisi yang bagus. Makanya untuk yang ini akan kami cari tahu penyebabnya," kata Ery.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang