Talut dan jalan petojo ambrol

15 Rumah Warga Dindingnya Retak-retak

Kompas.com - 14/12/2010, 10:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ambrolnya Jalan Petojo VIJ I di RT 02/06, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, sepanjang 50 meter, tidak hanya membuat akses jalan menjadi terputus. Tapi, juga mengakibatkan 15 rumah warga di depan Kali Cideng dindingnya retak-retak. Kerusakan pada dinding rumah warga ditengarai karena pemasangan turap di Kali Cideng yang tidak maksimal.

Ketua RT 02/06, Suratno (59), menduga ambrolnya badan Jalan Petojo VIJ I karena miringnya turap, sehingga menyebabkan tanah di sekitar pinggir jalan itu bergeser. "Jalan yang ambrol selebar dua meter dengan panjang 50 meter," katanya, Senin (13/12/2010).

Sebelum ambrol, lanjut Suratno, bagian tengah jalan yang memiliki lebar empat meter tersebut retak. "Semalam bagian tengah jalan retak. Bahkan, sebuah mobil milik warga yang diparkir di pinggir jalan dekat Kali Cideng itu hampir nyemplung karena kondisi jalan miring," imbuhnya.

Setelah retak pada pukul 21.00, tiga jam kemudian turap bergeser dan pada pukul 02.00 sebagian jalan ambrol. Menurutnya, proyek pekerjaan tiang pancang yang dipasang tidak sampai pada kedalaman yang maksimal. Selain itu, jalan itu juga kerap dilewati truk yang mengambil lumpur dari hasil pengerukan kali tersebut.

"Pemasangan tiang pancang yang menggunakan alat berat juga mengakibatkan dinding rumah warga retak. Karena, alat berat itu menghasilkan getaran yang hebat," ujarnya.

Sebenarnya, kata Suratno, saat pengerjaan tiang pancang itu warga sudah komplain kepada kontraktor dengan mendatangi kontraktor proyek, yaitu PT Rusdy Jaya-PT Graha Bonature. Proyek pekerjaan turap di sepanjang Kali Cideng sendiri telah berjalan lebih dari satu bulan. Sedangkan turap telah selesai dipasang beberapa minggu lalu. Karena itu, warga yang rumahnya rusak meminta kontraktor untuk segera memperbaikinya, termasuk juga mengembalikan kondisi jalan seperti sebelum ambrol.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki jalan yang ambrol dengan menambah turap sebagai penguat. "Nanti, kami akan memasang satu lapis turap lagi di belakang turap yang telah terpasang. Setelah itu kami akan memperbaiki jalan yang ambrol," katanya.

Dia menduga, ambrolnya jalan itu akibat dari kondisi kontur tanah yang kurang baik. Meski demikian, Ery mengaku pihaknya telah bekerja maksimal dan membuat turap yang dilengkapi dengan tiang pancang sebagai penguat.

"Untuk turap yang telah kami pasang di Kali Cideng dalam kondisi yang bagus. Makanya untuk yang ini akan kami cari tahu penyebabnya," kata Ery.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau