Aff 2010

SBY Tonton Semifinal, Polisi Jaga GBK

Kompas.com - 14/12/2010, 13:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya akan memperketat pengamanan laga lanjutan semifinal antara Indonesia vs Filipina. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana menonton langsung pertandingan tersebut di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (16/12/2010).

"Kami akan menambahkan jumlah kekuatan personel, sekitar 500 anggota. Dalam laga AFF sebelumnya, personel yang disiagakan berjumlah 2.000 orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Baharudin Djafar kepada wartawan, Selasa (14/12/2010).

Personel yang ditambahkan merupakan gabungan anggota polda dan polres yang terdiri dari samapta, reserse, lantas, intelejen, dan brimob. Mereka akan berjaga di sejumlah titik menuju lokasi pertandingan.

Sementara itu, pengamanan untuk kelas VVIP akan lebih ketat. Lokasi VVIP bahkan bakal disterilkan terlebih dahulu dan ditutup bagi penonton umum. "Presiden SBY akan menempati kelas VVIP, jadi pengamanannya akan dilakukan oleh Paspampres," tambahnya.

Di luar VVIP, pengamanan akan dibagi dalam tiga ring penjagaan. Ring 1 berada di dalam stadion, sedangkan ring 2 dan 3 ditempatkan di titik-titik sekitar lokasi pertandingan. Sejumlah kendaraan taktis juga telah dipersiapkan, seperti mobil meriam air dan kendaraan lapis baja ringan, Barracuda.

Menurut perkiraan Baharudin, suasana saat pertandingan diprediksi kondusif, meskipun akan terjadi lonjakan penonton yang cukup signifikan dibanding pertandingan sebelumnya. "Kami yakini situasi kondusif. Namun, panitia diharapkan mampu menyediakan tiket agar para suporter Indonesia tidak kecewa ketika ingin menonton langsung timnas Indonesia," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau