Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Dibangun, Nilai Properti Melambung

Kompas.com - 14/12/2010, 13:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Di penghujung tahun ini, Pemerintah DKI Jakarta memulai proyek pembangunan jembatan layang alias fly over Kampung Melayu–Tanah Abang. Jembatan sepanjang 1,6 kilometer (km) ini diprediksi akan melambungkan harga tanah di Jalan Satrio.

PT Agung Podomoro Land Tbk, pengembang superblok Kuningan City, termasuk yang cukup yakni bahwa nilai jual properti di kawasan itu akan melambung. Indra Widjaja Antono, Direktur Pemasaran Agung Podomoro, mengatakan, saat ini, harga tanah di kawasan Satrio berkisar Rp 8 juta–Rp 12 juta per meter persegi (m2). “Harga tanah berpeluang naik lebih dari 20 persen saat fly over usai dibangun," ujar Indra. 

Prospek cerah properti di kawasan ini membuat Agung Podomoro giat mengebut proyek. Kuningan City merupakan superblok seluas 3,6 hektare (ha) dengan luas bangunan 384.000 m2. Proyek yang menelan investasi Rp 2,2 triliun ini terdiri dari dua menara apartemen Denpasar Residence setinggi 42 lantai. "Tingkat penyerapan di kedua menara ini sudah mencapai 95 persen dan 85 persen," kata Indra.

Kuningan City juga memiliki menara perkantoran Axa Tower yang menyediakan 58.000 ruang penjualan mencapai 65 persen. Ada pula menara gaya hidup dan hiburan Gourmet Tower yang telah terisi 65 persen - 75 persen.

Indra mengatakan, pembangunan Kuningan City sudah 70 persen selesai. Dia menargetkan, pembangunan selesai kuartal I-2011 dan penjualan usai akhir tahun 2011.

Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Property Tbk, juga meramal, dengan adanya fly over, harga tanah di kawasan tersebut akan naik lebih dari 20 persen. "Fly over akan menambah daya tarik kawasan ini," kata Artadinata.

Ciputra World merupakan superblok seluas 5,4 ha dengan luas bangunan 400.000 m?. Pembangunansuperblok yang menelan investasi Rp 3 triliun ini ditargetkan selesai dan terjual pertengahan tahun 2012.

Ciputra World terdiri dari mal enam lantai yang kini telah terserap 20 persen. Ada pula apartemen My Home setinggi 46 lantai yang menawarkan 136 unit hunian. Saat ini My Home sudah terjual 60 persen

Stefanus Ridwan, Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, pengembang Kota Kasablanka juga sumringah. Dia meramal, keberadaan fly over akan menurunkan kemacetan di terusan Satrio hingga 50 persen. “Fungsi fly over sebagai pengurai kemacetan cukup besar,” katanya. Kota Kasablanka berdiri di atas lahan seluas 9,5 ha dengan total luas bangunan 650.000 m2. Hingga kini, penjualan Kota Kasablanka telah mencapai 90 persen. (Umbara Purwacaraka/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau