Penyelundupan heroin

Perempuan Filipina Dituntut 20 Tahun

Kompas.com - 14/12/2010, 16:06 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Seorang wanita warga negara Filipina, Carolina Sarmiento Bautista, 41, terdakwa kasus penyelundupan 2,4 kilogram heroin ke Bali dituntut 20 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri, Denpasar, Selasa (14/12/2010) siang. Dalam tuntutannya, JPU menilai terdakwa terbukti bersalah mengimpor narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram.

“Terdakwa melanggar pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar JPU Ida Ayu Sulasmi saat membacakan tuntutannya di depan majelis hakim.

Selain kurungan 20 tahun penjara, dalam tuntutannya JPU juga meminta kepada ketua majelis hakim Amzer Simanjuntak untuk menjatuhkan denda kepada terdakwa sebesar Rp 80 miliar.

“Jika tidak disanggupi, kami minta hukuman terdakwa ditambah enam bulan lagi,” kata Sulasmi.

Seperti diberitakan, Carolina Sarmiento, ditangkap petugas Bea Cukai Ngurah Rai Bali saat tiba di Bandara Ngurah Rai dari Malaysia 12 Juli silam.

Awalnya, tersangka terlihat gelisah saat akan melewati pemeriksaan Bea dan Cukai. Petugas yang curiga kemudian memeriksa koper tersangka menggunakan mesin X-ray. Pada dinding koper tersangka, petugas melihat ketidakwajaran dan kemudian menemukan barang bukti heroin seberat 2,44 kilogram seharga Rp 7 miliar yang disembunyikan pada rongga dinding koper sebelah atas dan bawah.

Carolina mengaku sedang berlibur ke Kuala Lumpur dan kenal dengan orang India kemudian disuruh membawa barang haram tersebut ke Jakarta melalui Bali. Atas jasanya ini Carolina mendapat imbalan 1.000 dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau