Kuasa Hukum: Saksi Tak Bisa Buktikan Ariel Terlibat

Kompas.com - 14/12/2010, 17:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Angin segar dirasa oleh kubu terdakwa kasus penyebaran video-video seks Nazriel Irham alias Ariel. Berdasarkan keterangan enam saksi yang hadir dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (13/12/2010), tim kuasa hukum Ariel berani menjamin bahwa keterangan para saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) tidak ada yang memberatkan.

"Alhamdulillah, keterangan saksi kemarin tidak ada satu pun yang memberatkan klien kami. Mereka, saksi dari JPU, tidak bisa membuktikan keterlibatan klien kami, membantu menyebarkan video seks seperti yang dituduhkan," jelas salah seorang kuasa hukum Ariel, Arfian Bondjol atau Boy, ketika dihubungi oleh Kompas.com di Jakarta, Selasa (14/12/2010).

Karena itu, tim kuasa hukum Ariel menilai keterangan para saksi itu bisa dimentahkan. "Ya, jelas kesaksian mereka mentah. Kami sudah menguji saksi yang didatangkan JPU itu," terang Boy.

Keterangan para saksi yang akan dihadirkan oleh JPU dalam sidang lanjutan pada Kamis (16/12/2010) minggu ini akan dimentahkan juga oleh tim kuasa hukum Ariel. "Nanti Kamis kan ada saksi lagi yang dihadirkan JPU, kami akan uji dan insya Allah akan mentah lagi," ujar Boy.

Sementara itu, untuk strategi hukum selanjutnya, tim kuasa hukum Ariel akan menyusunnya setelah mengetahui hasil sidang kelima kasus tersebut. "Strategi selanjutnya, kami akan melihat hasil keterangan saksi Kamis nanti. Tapi, kami optimislah dengan masa depan Ariel," ucap Boy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau