Natal dan tahun baru

Operasi Lilin untuk Antisipasi Natal

Kompas.com - 14/12/2010, 18:20 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com - Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perayaan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011, Polisi Daerah (Polda) Papua akan menggelar operasi lilin.

"Polda akan segera lakukan operasi lilin jelang perayaan Natal 25-26 Desember 2010 dan Tahun Baru 2011, karena kami ingin warga yang menjalankan ibadah merasa tenang dan damai," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wahcyono di Jayapura, Selasa (14/12/2010).

Menurut Wahcyono, selain operasi lilin ada juga operasi penyakit masyarakat seperti judi dan minuman keras, karena di daerah ini juga mengalami peningkatan gangguan keamanan yang dipicu oleh minuman keras.

"Kebanyakan para pelanggar hukum sebelum melakukan aksinya sudah lebih dulu dipengaruhi minuman beralkohol. Untuk itu, bertepatan menjelang perayaan Natal, kami akan menggelar operasi terhadap segala jenis minuman keras," tegasnya.

Lebih lanjut Wahcyono mengatakan selama ini Papua dianggap tidak aman, ternyata setelah diselidiki sebagian pelanggaran hukum disebabkan oleh pengaruh minuman beralkohol yang dikomsumsi para pelakunya.

"Melihat fenomena itu, maka untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan saat perayaan Natal dan Tahun baru, Polda Papua akan menggelar razia miras secara besar-besaran. Tidak hanya itu kami juga akan merazia peredaran petasan," ujarnya.

Operasi yang digelar hanya terhadap minuman keras yang beredar secara illegal alias tanpa izin, sebab, inilah yang biasa dikomsumsi sebagian warga karena harganya yang terjangkau.

"Apabila petugas mendapatkan ada pengedar miras illegal maka akan kami tindak," tegasnya.

Dari data pelanggaran hukum, terbukti sebagian terjadi karena didorong oleh minuman keras yang ditenggak para pelanggar hukum.

Mengenai jumlah personil yang akan diturunkan dalam operasi lilin dan penyakit masyarakat sekaligus pengamanan, Polda Papua akan menurunkan 2/3 personil tiap-tiap Polres yang ada diwilayahnya dan untuk Polda sendiri akan menerjunkan 900 lebih personil.

Ketika disinggung mengenai pengamanan selama mudik Natal, Wahcyono mengatakan Papua bukanlah daerah tujuan mudik.

Namun pihaknya tetap akan mengawasi naik turunnya para penumpang kapal dan pesawat.

"Kami akan tetap mengawasi arus penumpang yang akan berangkat dan datang. Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi adanya calo-calo yang, barang-barang ilegal dan lainnya," katanya.

Menurut rencana pada sehari menjelang Natal (24/12), Polda Papua akan melakukan gelar pasukan guna mengecek kesiapan para anggotanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau