JAYAPURA, KOMPAS.com - Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perayaan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011, Polisi Daerah (Polda) Papua akan menggelar operasi lilin.
"Polda akan segera lakukan operasi lilin jelang perayaan Natal 25-26 Desember 2010 dan Tahun Baru 2011, karena kami ingin warga yang menjalankan ibadah merasa tenang dan damai," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wahcyono di Jayapura, Selasa (14/12/2010).
Menurut Wahcyono, selain operasi lilin ada juga operasi penyakit masyarakat seperti judi dan minuman keras, karena di daerah ini juga mengalami peningkatan gangguan keamanan yang dipicu oleh minuman keras.
"Kebanyakan para pelanggar hukum sebelum melakukan aksinya sudah lebih dulu dipengaruhi minuman beralkohol. Untuk itu, bertepatan menjelang perayaan Natal, kami akan menggelar operasi terhadap segala jenis minuman keras," tegasnya.
Lebih lanjut Wahcyono mengatakan selama ini Papua dianggap tidak aman, ternyata setelah diselidiki sebagian pelanggaran hukum disebabkan oleh pengaruh minuman beralkohol yang dikomsumsi para pelakunya.
"Melihat fenomena itu, maka untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan saat perayaan Natal dan Tahun baru, Polda Papua akan menggelar razia miras secara besar-besaran. Tidak hanya itu kami juga akan merazia peredaran petasan," ujarnya.
Operasi yang digelar hanya terhadap minuman keras yang beredar secara illegal alias tanpa izin, sebab, inilah yang biasa dikomsumsi sebagian warga karena harganya yang terjangkau.
"Apabila petugas mendapatkan ada pengedar miras illegal maka akan kami tindak," tegasnya.
Dari data pelanggaran hukum, terbukti sebagian terjadi karena didorong oleh minuman keras yang ditenggak para pelanggar hukum.
Mengenai jumlah personil yang akan diturunkan dalam operasi lilin dan penyakit masyarakat sekaligus pengamanan, Polda Papua akan menurunkan 2/3 personil tiap-tiap Polres yang ada diwilayahnya dan untuk Polda sendiri akan menerjunkan 900 lebih personil.
Ketika disinggung mengenai pengamanan selama mudik Natal, Wahcyono mengatakan Papua bukanlah daerah tujuan mudik.
Namun pihaknya tetap akan mengawasi naik turunnya para penumpang kapal dan pesawat.
"Kami akan tetap mengawasi arus penumpang yang akan berangkat dan datang. Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi adanya calo-calo yang, barang-barang ilegal dan lainnya," katanya.
Menurut rencana pada sehari menjelang Natal (24/12), Polda Papua akan melakukan gelar pasukan guna mengecek kesiapan para anggotanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang