Kunjungi sebatik

Wapres Utamakan Pendekatan Kesejahteraan

Kompas.com - 14/12/2010, 20:19 WIB

SEBATIK, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono menyatakan, upaya menjaga dan memperkuat beranda depan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan, bukan hanya mengutamakan pertahanan dan keamanan semata. Akan tetapi, utamanya adalah dengan cara pendekatan kesejahteraan masyarakatnya.

Apabila kesejahteran sosial ekonomi  masyarakatnya sudah cukup baik, maka masyarakat di wilayah tersebut bisa ikut menjaga dan memperkuat ketahanan dan kekuatannya sendiri. Namun, tidak berarti, aparat keamanan tidak ikut menjaga dan mewaspadai kekuatan dan ketahanan wilayah perbatasan tersebut.

Hal itu diungkapkan Wapres Boediono saat ditanya pers, seusai mendengarkan paparan di Pos TNI-AL di  Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Selasa (14/12/2010). Pos TNI-AL itu berhadapan tak jauh dengan Kota Tawao di Sabah, Malaysia Timur.

Dalam kunjungannya ke wilayah perbatasan RI-Malaysia itu, Wapres didampingi Menteri Pertahanan dan Keamanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal serta Gubernur Kaltim Awang Faroek dan Bupati Nunukan Abdul Hafid Achmad.

"Mengubah paradigma dengan pendekatan kesejahtaraan adalah hal yang paling pokok. Daerah perbatasan  harus menjadi beranda depan dari negara kita. Itu, artinya, kesejahtaraan masyarakatnya harus ditingkatkan dari berbagi segi ekonomi, sosial dan lainnya," ujarnya.

Menurut Wapres, apabila kesejahteraan masyarakat sudah cukup baik, dengan sendirinya mereka akan ikut menjaga wilayah negara dan kedaulatannya.

"Namun, tak berarti, tak adanya kewaspadaan dan kesiapsiagaan aparat keamanan. TNI harus senantiasa menjaga dan waspada serta tegas atas kedaulatan wilayah NKRI. Akan tetapi, harus tetap tenang dan jernih berpikir dalam mengambil keputusan," tambah Wapres lagi.

Dari Pos TNI-AL, Wapres melanjutkan kunjungannya melihat "Patok Tiga" di perkampungan Aji Kuning, Pulau Sebatik. Di perkampungan itu, terdapat patok yang menjadi tanda perbatasan darat RI-Malaysia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau