Mau Nyalakan Gairah Si Dia? Rangsang Kelima Indranya

Kompas.com - 14/12/2010, 20:43 WIB

KOMPAS.com Hanya karena ia sudah menjadi suami Anda sekian tahun, bukan berarti Anda bisa bersantai dan tidak perlu memberinya kejutan sesekali. Ingatkan ia bagaimana seksi dan menariknya Anda dengan memberikan kejutan lewat pemanjaan kelima indranya. Manjakan kelima indranya untuk meningkatkan gairah bercintanya.

Indra penglihatan
Manjakan penglihatannya dengan menyiapkan pakaian dalam berwarna merah menyala. Jangan lupa untuk mengenakan lipstik berwarna senada. Di samping menyimbolkan gairah dan seksualitas, warna merah juga merupakan warna menarik. Menurut penelitian University of Rochester, pria melihat wanita lebih menarik ketika ia mengenakan sesuatu yang berwarna merah atau difoto dengan latar belakang berwarna merah. Tak heran, ini adalah warna yang sering diasosiasikan dengan femme fatale.

Indra penciuman
Apa hubungannya penciuman dan daya tarik seksual? Banyak. Ketika Anda menemukan aroma parfum yang seksi dan sesuai dengan karakter serta aroma tubuh Anda, si dia pasti akan kewalahan menahan gairahnya. Carilah aroma yang manis sekaligus musky (menggoda), tetapi bukan wangi yang terlalu manis seperti permen, ya. "Coba cari aroma campuran vanila, mawar, dan sandalwood," saran pembuat parfum, Virginia Bonofiglio. Kenakan pada bagian titik nadi, seperti pergelangan tangan, bagian dalam siku, bagian belakang lutut, dan leher.

Indra pendengaran
Cobalah membuat suara-suara yang seksi. Ketika menyangkut seks, terlalu "sepi" adalah salah satu komplain tersering yang diutarakan pria terhadap wanitanya. Anda tak perlu terlalu "berisik", tetapi kata-kata apresiatif atau menunjukkan bahwa ia sudah benar, seperti, "Iya, di sana, Sayang", lenguhan, atau desahan pun sudah cukup membuat si dia melihat Anda sangat seksi. Tak heran ia akan merindu waktu untuk "beradu jurus" lagi dengan Anda.

Ingin bermain lebih seru? Coba ucapkan kata-kata nakal. "Yang bikin ucapan nakal malah membuat si pria ilfil adalah ketika wanita tidak berani terlalu ekspresif," ungkap Tracey Cox, ahli seks dan penulis Super Sex. Jadi, jika Anda tipe orang yang lebih ingin terlihat "suci dan baik-baik" di muka umum, keluarkanlah sisi liar Anda di kamar tidur.

Indra peraba

Berpelukan di atas tempat tidur bisa jadi salah satu cara yang menyenangkan. Ketika tubuh Anda dan dia pepat menyatu, otak akan memproduksi hormon oksitosin, yang membuat Anda merasa sangat mencintai dia. "Meski pria tak memiliki hormon oksitosin sebanyak wanita, level mereka akan terus meningkat saat mereka merasakan sentuhan dan afeksi lebih banyak," urai Donna Raskin, penulis Good Loving.

Indra pengecap
Menyuapinya cokelat sudah menjadi hal yang sensual di matanya. Rasa cokelat itu sendiri saja sudah bisa memproduksi serotonin dalam otak. Serotonin adalah hormon yang memicu perasaan rileks dan kepuasan. "Cokelat sepertinya mampu memproduksi perasaan seperti Anda sedang jatuh cinta," ujar Scott Isaacs, ahli endokrin asal Atlanta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau