Parkir sembarangan

66 Kendaraan Ditilang

Kompas.com - 14/12/2010, 21:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memberikan efek jera terhadap praktik parkir liar di pinggir jalan, Sudin Perhubungan Jakarta Pusat menilang 66 kendaraan yang parkir di sembarang tempat. Tidak hanya itu, 7 kendaraan juga terpaksa digembok petugas karena hingga batas toleransi, pemilik tak juga memindahkan kendaraannya dari badan jalan tersebut.

Sejumlah kendaraan roda empat yang ditindak kedapatan tengah parkir di Jl Abdul Muis, Jl Percetakan Negara, Jl Suprapto, Jl Gunung Sahari dan Jl Matraman. Dari 66 kendaraan roda empat yang ditilang, 43 merupakan kendaraan pribadi dan 23 angkutan umum.

Dengan penertiban parkir liar di pinggir jalan, diharapkan dapat meminimalisir kemacetan pada sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat yang kerap dilanda kemacetan. "Banyaknya kendaraan yang parkir di sepanjang ruas jalan itu jadi salah satu penyebab kemacetan. Karena itu terpaksa kami tindak," ujar Budiyono, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Pusat, Selasa (14/12/2010).

Selain menertibkan parkir liar di sejumlah ruas jalan, pihaknya juga melakukan razia terhadap 44 angkutan umum seperti Metromini dan Mikrolet. Namun, hanya 5 yang dikandangkan karena tidak laik jalan.

Kelima angkutan umum yang dikandangkan itu adalah Metromini S 640 jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu sebanyak 3 unit. Selebihnya Metromini 03 jurusan Senen-Rawamangun dan Mikrolet 08 jurusan Tanah Abang-Kota. Sejumlah angkutan umum itu ditindak karena dinilai tidak memenuhi kelaikan operasi, karena kondisi kaca pecah serta knalpot mengeluarkan asap hitam.

"Setiap operasi penertiban, petugas yang diturunkan sebanyak 50 personel gabungan dengan kepolisian. Penertiban ini akan terus dilancarkan di sejumlah titik lain secara rutin untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau