Efek beragun aset

Mandiri Investasi Kejar Rp 159 Miliar

Kompas.com - 15/12/2010, 08:37 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - PT Mandiri Manajemen Investasi atau lebih dikenal sebagai Mandiri Investasi berinisiatif untuk mengemas produk Kontrak Investasi Kolektif atau Reksa Dana dengan menggunakan Efek Beragun Aset atau EBA sebagai dasar aset yang ditransaksikannya. Produk ini diharapkan terbit pada 4 Januari 2011 dengan nilai Rp 159 miliar.

"Kami membuat terobosan baru dengan menggunakan EBA sebagai underlying asset (aset yang menjadi dasar transaksi) pada produk reksa dana kami nanti. Ini memanfaatkan kemajuan terakhir di industri keuangan yang telah mendorong BTN (Bank Tabungan Negara) menjual EBA. Hanya BTN yang saat ini sudah menjual kredit kepemilikan rumah mereka sebagai EBA. Peluang ini yang kami ambil," tutur Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi (lebih dikenal Mandiri Investasi) Andreas Muljadi Gunawidjaja di Singapura, Rabu (15/12/2010).

Menurut Andreas, EBA yang dibelinya tersebut diambil dari pasar modal secara langsung, yakni produk EBA Danareksa SMF II kelas A. Ini artinya EBA dari PT Sarana Multigriya Finansial/ SMF dengan kualitas terbaik yang diterbitkan oleh PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisinya.

"Jadi kami pun tidak langsung membeli EBA dari Danareksa, tetapi dari pasar sekunder. EBA layak menjadi underlying asset reksa dana karena memiliki keuntungan yang tetap. Sebagai gambaran, ada satu kredit pemilikan rumah dengan nilai rumahnya senilai Rp 100 juta. Lama kelamaan harga rumah itu akan jauh lebih tinggi dari nilai kreditnya sendiri, sehingga risiko kerugian akan sangat minim," ungkapnya.

Inisiatif ini sepertinya menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini tidak bisa mengakses pembelian EBA secara langsung. Sebab selama ini, reksa dana EBA memang banyak diserap institusi. Produk reksa dana ini nantinya akan diberi nama Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 6 (Manivest 6).

Masa jatuh tempo maksimum Manivert 6 ini adalah tahun 2019, dengan mempertimbangkan masa jatuh tempo KPR yang diambil. Akan tetapi, masa jatuh tempo ini dapat berlangsung lebih cepat menjadi tahun 2015 jika pemegang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melunasi kreditnya lebih awal.

"Proyeksinya bisa berakhir 2015 atau lebih cepat di Desember 2013. Tingkat return (pengembalian) yang kami janjikan adalah sebesar 8,5 persen jika masa jatuh temponya Desember 2013. Namun, kalau jangka waktunya lebih lama hingga ke 2014, maka bunga selanjutnya sebesar 10 persen sampai jatuh tempo. Ini adalah sweetener yang kami berikan kepada investor reksa dana agar lebih tertarik membeli produk ini," ungkap Andreas.

Pada penawaran awal EBA Danareksa SMF II memberikan bunga 11 persen. Andreas mengaku tidak bisa memberikan bunga lebih besar karena harus membeli di pasar sekunder dengan harga lebih tinggi. Sampai saat ini, harga EBA ini sudah mencapai 102 persen.

Jika berminat untuk membeli produk ini, Mandiri Investasi telah bekerjasama dengan Bank Mandiri untuk menjual produk proteksi terbarunya ini. "Di dalam propektus kami menjual Rp 10 juta per unit, namun bisa berubah sesuai dengan kebijakan agen penjual," tutur Andreas.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau